Kasus Keracunan Sidoarjo, Sudaryono Perintahkan Setiap Ompreng MBG Wajib Diberi Label

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

Ia menilai kondisi tersebut merupakan bentuk kelalaian serius karena ketentuan mengenai waktu konsumsi dan prosedur pelaksanaan sudah diberikan kepada seluruh jajaran.

“Saya ulangi, ini kelalaian yang disengaja. Aturan sudah diberikan, juklat juknis sudah diberikan, cara sudah diberikan, tapi Anda lalai dalam melaksanakan, ini namanya kelalaian disengaja,” tegasnya.

Sudaryono bahkan memperingatkan bahwa apabila dalam proses pemeriksaan ditemukan unsur pidana, pihak yang bersangkutan tidak akan mendapatkan perlindungan dari BGN.

“Bukan hanya dicopot, bukan yang dipecat. Kalau diidentifikasi ada kelalaian dan ada unsur pidana, mohon maaf kami tidak bisa bantu,” katanya.

Mobil Distribusi Diminta Pastikan Makanan Segera Dikonsumsi

Untuk mencegah kasus serupa, Sudaryono juga meminta pola distribusi MBG diperketat. Kendaraan yang mengantarkan makanan ke sekolah harus memperhitungkan batas waktu konsumsi makanan.

Ia memberikan contoh, apabila makanan memiliki batas konsumsi maksimal pukul 10.00 WIB, kendaraan pengantar harus sudah tiba di sekolah sekitar pukul 10.30 WIB dan memastikan makanan segera dikonsumsi.

“Begitu jam 10.30 kok enggak ada yang dimakan, kau ambil lagi, kau bawa pulang,” ujarnya.

Sudaryono mengatakan persoalan waktu konsumsi menjadi salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian serius. Menurutnya, berdasarkan statistik yang ia lihat, lebih dari separuh kasus keracunan berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi melewati waktu keamanan setelah makanan selesai dimasak.

“Lebih dari setengah kasus keracunan ini selain karena hasil masaknya enggak bagus, itu karena dimakan di jam melebihi jam keamanan dari makanan untuk dimakan itu, lebih dari empat jam setelah matang,” ungkapnya.

Kapasitas Dapur Harus Disesuaikan

Selain pelabelan dan distribusi, Sudaryono kembali mengingatkan seluruh SPPG agar menyesuaikan kapasitas produksi dapur dengan kemampuan pengolahan dan distribusi makanan.

Ia meminta seluruh kepala dapur dan tim SPPG memastikan setiap tahapan pelaksanaan MBG berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, Sudaryono menyampaikan apresiasi kepada mayoritas SPPG, kepala dapur, tim dapur, koordinator kecamatan, koordinator area, koordinator wilayah hingga jajaran KPP yang selama ini menjalankan program MBG dengan baik.

Ia meminta kinerja mayoritas jajaran tersebut tidak terganggu oleh kesalahan yang dilakukan sebagian SPPG hingga menimbulkan kasus keracunan dan gangguan kesehatan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua SPPG, semua kepala dapur dan semua tim dapur, dari mulai termasuk korcam, kareg, korwil, termasuk KPP, kita semua jajaran yang selama ini kerjaannya sudah bagus,” kata Sudaryono.

Ia kembali menekankan agar seluruh jajaran menjadikan kasus Sidoarjo sebagai evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan program.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Redaktur
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris, Redaktur
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU