WASHINGTON, HOLOPIS.COM – Pentagon resmi mewajibkan prajurit pria berusia 30 tahun ke atas menjalani tes darah testosteron. Kebijakan ini langsung menuai sorotan.
Amerika Serikat (AS) bikin aturan baru untuk tentaranya.
Prajurit pria berusia 30 tahun ke atas kini diwajibkan menjalani tes darah testosteron.
Kebijakan Pentagon ini langsung memicu pertanyaan, terutama soal dasar ilmiah dan dampaknya terhadap personel militer.
Departemen Perang AS telah menerbitkan panduan klinis yang mengatur penapisan defisiensi testosteron bagi anggota militer aktif maupun cadangan.
Aturan tersebut berlaku efektif segera.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari mandat Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth yang sebelumnya diumumkan pada Juli 2026.
Pentagon menyebut pemeriksaan tersebut bertujuan membuat proses penapisan dan perawatan masalah hormonal lebih terstandarisasi.
Ujungnya, pemerintah berharap kesiapan militer bisa ditingkatkan.
Dalam panduan terbaru itu, prajurit pria berusia 30 tahun ke atas diwajibkan menjalani tes darah untuk mengetahui kadar testosteron.
Sementara prajurit pria yang usianya di bawah 30 tahun tidak otomatis menjalani pemeriksaan.
Tes bisa dilakukan jika mereka memintanya secara khusus atau dokter menemukan gejala yang dianggap perlu diperiksa.
Artinya, usia 30 tahun menjadi batas penting dalam kebijakan baru Pentagon ini.




