HOLOPIS.COM, JAKARTA – Minat pembiayaan untuk program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang dikembangkan Danantara Indonesia mencapai lebih dari tiga kali estimasi kebutuhan pendanaan. Sebanyak 34 institusi keuangan telah bergabung dalam panel calon pemberi pinjaman untuk menjajaki pembiayaan proyek tersebut.
Managing Director Investment PT Danantara Investment Management (DIM), Stefanus Ade Hadiwidjaja, mengatakan tingginya minat pembiayaan indikatif menunjukkan potensi dukungan lembaga keuangan terhadap pengembangan program PSEL.
“Melalui panel ini, kami dapat memetakan kapasitas dan minat calon pemberi pinjaman untuk menjajaki struktur pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing proyek,” kata Stefanus dalam keterangan resmi, dikutip Holopis.com, Senin (19/10/2026).
Pembentukan lenders panel bertujuan memetakan kapasitas dan minat pembiayaan setiap institusi, baik untuk keseluruhan portofolio maupun proyek individual. Hasil pemetaan akan menjadi dasar penjajakan struktur pendanaan, mulai dari jenis dan tenor pinjaman hingga fasilitas nontunai dan alternatif pembiayaan lainnya.
Anggota panel mencakup bank pembangunan multilateral, lembaga pembiayaan pembangunan bilateral, lembaga pembiayaan infrastruktur, pengelola dana iklim, serta lembaga pembiayaan proyek internasional. Sejumlah bank domestik, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan bank swasta nasional, serta bank internasional dan bank syariah juga terlibat.
Danantara Tegaskan Minat Pembiayaan Bukan Persetujuan Kredit
Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Sjahrir menegaskan, besarnya minat pembiayaan belum berarti kredit telah disetujui. Setiap rencana pendanaan tetap harus melewati uji tuntas (due diligence), penilaian kelayakan, dan persetujuan komite masing-masing institusi keuangan.
“Besarnya minat pembiayaan merupakan perkembangan positif, tetapi kesiapan pembiayaan tidak hanya diukur dari besarnya minat yang diterima,” kata Pandu.
Dalam proses pembentukan panel, DIM dan Denera menunjuk PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) sebagai penasihat keuangan dan konsultan. Seleksi dimulai pada Juli 2026 melalui pengumuman terbuka dan undangan langsung kepada institusi keuangan domestik maupun internasional.
Tingginya minat pendanaan menjadi sinyal awal dukungan terhadap program PSEL. Namun, realisasi pembiayaan masih bergantung pada hasil evaluasi kelayakan dan keputusan masing-masing calon pemberi pinjaman.



