BGN Targetkan 5.000 Dapur Terapkan MBG Prasmanan Hingga Akhir 2026

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) mengakselerasi efektivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mendorong pergeseran metode penyajian menuju sistem prasmanan. BGN menargetkan sebanyak 1.000 hingga 5.000 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia sudah menerapkan metode prasmanan ini hingga akhir tahun 2026.

Langkah ini diambil setelah evaluasi menunjukkan bahwa metode prasmanan tidak hanya menekan potensi sisa makanan secara signifikan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter dan edukasi kemandirian bagi para siswa di sekolah.

Saat ini, sebanyak 62 SPPG di berbagai wilayah Indonesia telah ditunjuk untuk mengikuti uji coba (piloting) metode prasmanan. Evaluasi awal menunjukkan respons yang sangat positif, baik dari sisi tingkat konsumsi siswa maupun kehangatan hidangan yang disajikan.

Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan bahwa masa uji coba MBG dengan metode prasmanan ini dirancang berlangsung selama dua minggu sebelum dipeluas secara bertahap ke ribuan SPPG lainnya.

“Kalau tidak terjadi masalah yang begitu signifikan, kami rencananya sampai dengan akhir tahun menargetkan paling tidak 1.000 sampai dengan 5.000 dapur sudah bisa melaksanakan MBG dengan cara prasmanan,” ujar Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar, dikutip Holopis.com, Kamis (15/10/2026).

Salah satu keunggulan utama dari metode prasmanan ketimbang pembagian porsi mati (kemasan) adalah fleksibilitas porsi bagi anak-anak. Hal ini terbukti efektif meningkatkan selera makan siswa sekaligus meminimalkan makanan yang terbuang sia-sia (food waste).

Mas Dar menjelaskan bahwa makanan yang disajikan secara prasmanan tiba di meja makan siswa dalam kondisi yang jauh lebih segar dan nikmat.

“Dari hasil MBG prasmanan itu, tingkat kehabisannya relatif tinggi. Jadi habis. Kalau masih ada sisa, siswa yang masih ingin nambah bisa nambah. Kemudian makanannya itu hangat-hangat dibawa ke kelas, jadi lebih segar, lebih hangat, lebih enak,” jelasnya.

Selain berfokus pada pemenuhan nutrisi dan kebiasaan makan sehat, BGN menilai metode prasmanan menyimpan nilai edukatif yang kuat. Melalui skema piket teratur yang dikelola oleh pihak sekolah, siswa diajarkan nilai-nilai kehidupan dasar seperti kedisiplinan, kesabaran, dan tanggung jawab sosial.

Siswa diajak untuk belajar mengantre dengan tertib serta melayani sesama teman secara bergantian. BGN menegaskan bahwa keterlibatan siswa dalam sistem piket ini murni bagian dari proses pembelajaran karakter, dan bukan untuk menggantikan peran serta tugas utama para petugas pelayanan.

Meski demikian, BGN mengakui penerapan metode baru ini membutuhkan kesiapan dan komitmen bersama antara pengelola dapur dan pihak sekolah. Kunci keberhasilan program terletak pada kesiapan edukasi di tingkat tapak.

“Tantangannya adalah yang harus dilatih adalah dapurnya dan yang harus dilatih adalah sekolahnya. Kami akan memulai prasmanan ini dari dapur yang bisa dan mau, serta sekolah yang mau, bisa, dan punya kerelaan untuk dibantu,” pungkasnya.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU