HOLOPIS.COM, JAKARTA – Proyek video dokumenter BGN senilai Rp1,37 miliar menjadi sorotan publik. Juru bicara BGN akhirnya buka suara dan mengungkap kronologi pengadaannya.
Pengadaan video dokumenter Badan Gizi Nasional (BGN) senilai Rp1,37 miliar menjadi sorotan publik.
Menanggapi ramainya pembahasan tersebut, Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, akhirnya memberikan penjelasan mengenai waktu pelaksanaan proyek yang kini menarik perhatian masyarakat.
Tysa menegaskan bahwa proses pengadaan video dokumenter itu berlangsung pada Maret hingga Mei 2026.
Pada periode tersebut, BGN masih dipimpin oleh Dadan Hindayana, sebelum Sudaryono dipercaya menjabat sebagai Kepala BGN pada Juli 2026.
Klarifikasi itu disampaikan melalui video yang diunggah di akun Instagram resmi BGN.
Dalam keterangannya, Tysa meminta masyarakat memahami persoalan berdasarkan kronologi, tahapan pengadaan, serta prosedur administrasi yang berlaku ketika proyek tersebut diproses.
Penjelasan ini menjadi respons BGN terhadap perhatian masyarakat mengenai penggunaan anggaran negara, khususnya pengadaan video dokumenter dengan nilai mencapai miliaran rupiah.
Nilai pengadaan sebesar Rp1,37 miliar membuat proyek video dokumenter BGN menjadi perhatian.
Di tengah sorotan tersebut, penjelasan mengenai waktu pelaksanaan dan periode kepemimpinan menjadi salah satu poin yang disampaikan oleh pihak lembaga.
Tysa menjelaskan bahwa proses pengadaan berlangsung selama tiga bulan, yakni Maret, April, dan Mei 2026.
Saat itu, Sudaryono belum menjabat sebagai Kepala BGN.
“Di mana pada bulan-bulan tersebut, Kepala BGN saat ini, yaitu Bapak Sudaryono, belum menjabat sebagai Kepala BGN,” ujar Tysa dalam pernyataan video resmi BGN, dikutip Jumat (9/10/2026).



