HOLOPIS.COM, JAKARTA – Direktur eksekutif SMRC (Saiful Mujani Research and Consulting), Deni Irvani menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan rekam jejak pendapat publik atas kinerja pemerintahan saat ini dalam aspek ekonomi, politik, dan penegakan hukum.
Dari data yang ditemukan, angkanya cukup memperihatinkan. Salah satunya adalah aspek ekonomi. SMRC mencatat bahwa publik melihat ekonomi saat ini cenderung buruk.
Di mana mereka yang menganggap kondisi buruk ada 37,3 persen dan yang mengaku ekonomi sangat buruk ada di 13,4 persen. Sementara yang mengaku sangat baik ada di 2,4 persen, yang mengaku baik ada 15,0 persen dan yang merasa biasa-biasa saja atau sedang di angka 31,0 persen. Lantas yang abstain 0,8 persen.
“Warga yang menilai kondisi ekonomi nasional sekarang baik/sangat baik sekitar 17.4%, yang menilai buruk/sangat buruk 50.8%, dan ada 31% yang menilai sedang saja. Yang tidak tahu 0.8%,” kata Deni dalam rilis surveinya yang dikutip dari Youtube SMRC TV, Jumat (16/10/2026).
Bahkan jika dilakukan data pembanding dengan survei bulan November 2025 hingga Oktober 2026, trend publik yang menganggap ekonomi buruk mengalami tren kenaikan. Dari 22,7 di bulan November 2025, kemudian 31,7 di Februari-Maret 2026, lalu 49,4 persen di bulan Juli 2026 dan Oktober 2026 di 50,8 persen.
Sementara itu yang merasa kondisi baik atau sangat baik mengalami tren penurunan dari 40,0 persen di November 2025, kemudian turun di 26,3 persen pada Februari-Maret 2026, lalu konsisten turun tajam di 15,7 persen pada Juli 2026, dan cenderung naik saat ini di 17,4 persen pada Oktober 2026.
Kondisi Politik Buruk
Selain aspek ekonomi, SMRC juga merekam jejak pendapat publik terhadap kondisi politik nasional saat ini. Pertanyaan yang muncul adalah, bagaimana bapak atau ibu melihat keadaan politik nasional pada umumnya sekarang, apakah sangat baik, baik, sedang, buruk, atau malah sangat buruk. Hasilnya, yang mengaku sangat baik ada 21 persen, yang merasa baik ada 15,5 persen, sementara yang menilai sedang ada 29,6 persen.
Lantas yang merasa buruk ada 31,9 persen. Kemudian yang merasa sangat buruk ada di 12,2 persen, dan yang abstain atau tidak menjawab atau tidak tahun sebanyak 8,8 persen.
“Yang mengatakan buruk atau sangat buruk itu kalau dijumlahkan 44,1 persen. Lebih banyak atau jauh lebih banyak dari yang mengatakan baik atau sangat baik yang hanya 17,6 persen,” ujarnya.
Jika dilakukan data pembanding, angka masyarakat yang mengatakan kondisi politik baik dan sangat baik di bulan November 2025 ada di 35,8 persen. Mengalami penurunan ke 27,1 persen pada Februari-Maret 2026. Lalu tren turun ke 13,5 persen di bulan Juli 2026, namun mengalami peningkatan di bulan Oktober 2026 saat ini dengan 17,6 persen.
Sementara yang menilai buruk konsisten naik, dari 23,0 persen di bulan November 2025, lalu naik di 28,1 persen di Februari-Maret 2026. Kemudian naik tajam ke 42,8 persen di Juli 2026 dan Oktober 2026 menjadi 44,1 persen.
Lantas untuk menganggap biasa-biasa saja atau sedang, pada bulan November 2025 di 32,2 persen. Kemudian Februari-Maret 2026 naik ke 37,8 persen. Sayangnya pada bulan Juli 2026 mengalami penurunan di 33,6 persen, dan pada bulan Oktober 2026 ada di 29,6 persen.



