HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tuna Sulawesi Tengah makin laris di pasar AS dan Singapura. Sertifikasi mutu KKP jadi kunci, memastikan ikan aman dan berkualitas sejak dari kapal.
Tuna asal Sulawesi Tengah (Sulteng) makin menunjukkan taringnya di pasar ekspor.
Dalam dua tahun terakhir, tuna dari daerah tersebut konsisten dikirim ke sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Singapura.
Di balik geliat ekspor tersebut, ada satu faktor yang menjadi kunci, yakni penerapan sertifikasi mutu berstandar global oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Sertifikasi ini memastikan penanganan tuna dilakukan sesuai prosedur sejak ikan ditangkap, ditangani di atas kapal, hingga masuk ke tahap pengolahan.
Dengan begitu, mutu dan keamanan hasil perikanan tetap terjaga sebelum dikirim ke pasar internasional.
Berdasarkan data KKP, ekspor tuna Sulteng pada 2025 mencapai 68,86 ton dengan nilai USD 468.871 atau sekitar Rp8,3 miliar.
Sementara itu, sepanjang 2026 hingga Agustus, ekspor tuna dari Sulteng sudah mencapai 47,2 ton dengan nilai USD272.636 atau sekitar Rp4,8 miliar.
Menariknya, seluruh komoditas tuna yang diekspor tersebut telah dilengkapi Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP) yang diterbitkan Badan Mutu KKP Palu.
Plt. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, mengatakan penjaminan mutu dilakukan untuk memastikan standar sanitasi, higiene, dan keamanan pangan diterapkan sepanjang rantai produksi.
“KKP hadir dan melaksanakan penjaminan mutu untuk memastikan proses sanitasi, hygiene dan aspek keamanan pangan diterapkan mulai di atas kapal sampai ke perusahaan pengolahan ikan,” kata Ishartini dalam keterangan resmi di Jakarta.
Menurutnya, pengawasan tak berhenti ketika ikan ditangkap.
Penanganan di atas kapal hingga proses pengolahan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas tuna sebelum dipasarkan ke luar negeri.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...