HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ekspor perikanan Maluku mencatat nilai Rp700 miliar hingga September 2026. Tuna, udang vannamei, dan julung-julung menembus 8 negara tujuan.
Laut Maluku kembali menunjukkan tajinya di pasar internasional.
Bukan sekadar menghasilkan ikan untuk konsumsi dalam negeri, hasil laut dari wilayah yang dikenal sebagai Lumbung Ikan Nasional itu kini mengalir ke berbagai penjuru dunia dengan nilai fantastis.
Sepanjang 1 Januari hingga 23 September 2026, ekspor produk perikanan dari Maluku tercatat mencapai Rp700 miliar atau sekitar USD40,8 juta.
Nilai tersebut berasal dari pengiriman produk perikanan dengan total volume mencapai 9.675,8 ton.
Tiga komoditas menjadi penopang utama ekspor, yakni tuna, udang vannamei, dan ikan julung-julung.
Pasarnya pun tidak main-main. Produk perikanan Maluku telah menembus sedikitnya delapan negara, mulai dari Asia hingga Amerika dan Timur Tengah.
Negara tujuan tersebut meliputi RRT, Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Vietnam, Arab Saudi, Malaysia, dan Korea.
Capaian ekspor tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa potensi laut Maluku memiliki nilai ekonomi yang besar ketika didukung pengolahan dan jaminan mutu yang sesuai standar internasional.
Plt. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini mengatakan, kualitas layanan jaminan mutu menjadi salah satu faktor yang ikut menopang produktivitas ekspor perikanan dari Maluku.
KKP, kata dia, memastikan pengawasan dan jaminan mutu dilakukan dari bagian hulu hingga hilir.
“KKP melalui UPT Badan Mutu Maluku hadir untuk membantu pelaku usaha dengan menjamin mutu dari mulai hulu sampai hilir,” ujar Ishartini di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan agar produk perikanan yang masuk ke rantai pasok domestik maupun pasar ekspor memenuhi standar global, baik dari aspek kualitas maupun keamanan pangan.



