Hal inilah yang menjadi salah satu fondasi agar produk perikanan Indonesia mampu memenuhi persyaratan pasar ekspor.
Tuna yang diekspor dari Sulawesi Tengah didominasi jenis tuna sirip kuning (Thunnus albacares).
Pasarnya pun bukan sembarangan, dimana Tuna Sulteng konsisten dikirim terutama ke Amerika Serikat dan Singapura, dua negara yang menjadi tujuan ekspor komoditas tersebut.
Dari sisi frekuensi pengiriman, kinerja ekspor tuna Sulteng juga terbilang menjanjikan.
Sepanjang 2025, tercatat 186 kali pengiriman tuna dari Sulawesi Tengah.
Sementara pada 2026, hingga Agustus saja sudah mencapai 159 kali pengiriman.
Angka tersebut menunjukkan aktivitas ekspor tuna dari Sulteng tetap berjalan konsisten.
Bahkan, capaian pengiriman hingga Agustus 2026 sudah mendekati jumlah pengiriman sepanjang tahun sebelumnya.
Kepala UPT Badan Mutu KKP Palu Roy Pahlevi mengatakan keberhasilan ekspor tuna Sulawesi Tengah tak lepas dari sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
Menurut Roy, pembinaan, pengawasan, hingga sertifikasi dilakukan sepanjang rantai proses.
Di sisi lain, pelaku usaha dituntut menjaga penerapan standar tersebut secara konsisten dalam operasional sehari-hari.
“Kerja bersama KKP, Pemda Sulawesi tengah dan stakeholders terutama mulai dari pembinaan, pengawasan dan sertifikasi dilakukan sepanjang rantai proses. Sementara pelaku usaha memastikan standar tersebut diterapkan secara konsisten dalam kegiatan operasional sehari-hari,” ujar Roy.
Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan pasar terhadap produk tuna asal Sulawesi Tengah.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...