Progres KNMP Tembus 94,53 Persen, Apa Dampaknya bagi Nelayan?

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah mulai membangun ekosistem usaha nelayan melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Sebanyak 65 lokasi tahap pertama dilaporkan telah beroperasi, sementara pembangunan 35 lokasi berikutnya sudah mencapai progres 94,53 persen per 2 Oktober 2026.

Program yang dijalankan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini dirancang untuk membantu nelayan mengatasi berbagai kendala usaha, mulai dari sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM), terbatasnya pasokan es, hingga akses pasar yang belum optimal.

Juru Bicara KKP, Ayu Rahmawati, menjelaskan bahwa KNMP hadir untuk menjawab persoalan yang selama ini membebani aktivitas usaha nelayan.

Melalui program ini, pemerintah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung dalam satu kawasan. Fasilitas tersebut meliputi Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), pabrik es, gudang pendingin atau cold storage, dermaga, hingga bengkel kapal.

Tak hanya mendukung aktivitas melaut, kawasan KNMP juga dilengkapi fasilitas pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

Dengan fasilitas yang terintegrasi, nelayan diharapkan dapat menjalankan usaha secara lebih efisien. Mereka tidak hanya terbantu dalam memenuhi kebutuhan operasional, tetapi juga memiliki sarana untuk menjaga kualitas hasil tangkapan sebelum dipasarkan.

Kualitas Ikan Jadi Perhatian

Ketersediaan fasilitas penyimpanan dingin menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan KNMP. Sebab, kualitas ikan yang terjaga dapat membantu mempertahankan nilai jual hasil tangkapan ketika sampai ke pasar.

Di sisi lain, akses terhadap BBM, es, dan fasilitas perbaikan kapal diharapkan dapat mengurangi kendala operasional yang selama ini dihadapi nelayan.

Pemerintah juga menargetkan agar dukungan terhadap usaha nelayan tidak berhenti pada proses penangkapan ikan. Pengolahan dan pemasaran hasil perikanan turut menjadi bagian dari rantai usaha yang dibangun melalui program tersebut.

Pembangunan KNMP Terus Berjalan

Ayu Rahmawati menyampaikan bahwa pembangunan KNMP mulai menunjukkan perkembangan di sejumlah lokasi.

“Dampaknya mulai terlihat. Sebanyak 65 KNMP tahap pertama telah beroperasi, sementara 35 lokasi tahap berikutnya telah mencapai progres 94,53% per 2 Oktober 2026,” ujar Ayu Rahmawati mengenai perkembangan fisik program tersebut di lapangan.

Menurut Ayu, kehadiran pemerintah melalui program ini ditujukan untuk membantu mengatasi hambatan yang sulit diselesaikan nelayan secara mandiri.

Upaya tersebut mencakup penyediaan sarana produksi, fasilitas penyimpanan hasil tangkapan, serta dukungan pemasaran agar kegiatan usaha perikanan dapat berjalan lebih berkelanjutan.

Melalui pengembangan KNMP, pemerintah berupaya membangun rantai usaha perikanan yang lebih terintegrasi. Namun, manfaat jangka panjang program ini juga akan bergantung pada pemanfaatan fasilitas, pengelolaan kawasan, serta kemampuan nelayan dalam mengembangkan akses pasar.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU