“Bapak dapat pemahaman atau pengetahuan dari mana bahwa kuota tambahan 20.000 itu usulan dari Menteri?” cecar Mellisa.
“Itu di media sosial, saat kunjungan Presiden ke Arab Saudi, Bu,” jawab Jaja.
Mellisa juga menegaskan ulang apakah usulan tersebut disampaikan menteri atau menteri agama. “Menteri bukan Menteri Agama?” cecar Mellisa.
“Iya, maksudnya begini, saat Presiden berkunjung ke Arab Saudi, di media sosial itu sudah ramai Bu, bahwa akan ada kuota tambahan,” kata Jaja merespon.
“Baik. Menteri agama ikut ga pak waktu itu?,” tanya Mellisa.
“Tidak ikut,” jawab Jaja.
Jaja mengaku tak tahu mengapa Yaqut tak ikut kunjungan bersama Jokowi saat meminta kuota haji tambahan untuk tahun 2024. “Nggak diajak, kenapa Pak? Bapak tahu tidak?,” tanya Mellisa.
“Nggak, saya tidak, tidak tahu Bu,” jawab Jaja.
Jaja mengatakan Dito Ariotedjo selaku Menpora saat itu ikut kunjungan bersama Jokowi ke Arab Saudi. “Yang hadir siapa lagi Pak pada saat meminta kuota itu?,” tanya Mellisa.
“Kalau nggak salah Pak Menteri Pemuda dan Olahraga,” jawab Jaja.
“Pak Menpora ya. Siapa namanya? Pak Ardito, betul?” tanya Mellisa.
“Iya Menpora,” jawab Jaja.
Selain Dito, Mellisa dalam mengonfirmasi juga menyeret nama Fuad Hasan Masyhur, Direktur Utama PT Makassar Toraja atau Maktour sekaligus Dewan Pembina Forum Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah atau SATHU).



