Langit Palangka Raya Menguning Pekat, Slogan Bebas Kabut Asap Jadi Sorotan di Tengah Karhutla

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Langit Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, menguning pekat pada Rabu (14/10). Warna langit yang menyerupai filter sepia atau nuansa oranye dalam film distopia itu terekam dalam video yang diunggah Alwi Johan Yogatama melalui akun Instagram @alwijo.

Dalam video tersebut, Alwi memperlihatkan kondisi langit yang tampak kuning pekat akibat kabut asap. Ia juga menyampaikan komentar yang menggambarkan kontras antara pemandangan tersebut dan kenyataan yang dihadapi warga.

“Ini bukan film. Ini juga bukan filter. Tapi ini dunia nyata. Selamat datang di Palangka Raya,” ujar Alwi dalam video tersebut, dikutip Holopis.com, Kamis (15/10).

Perhatian juga tertuju pada sebuah baliho berukuran besar yang terlihat dalam rekaman itu. Baliho tersebut menampilkan gambar sejumlah pejabat Kalimantan Tengah dengan tulisan, “Bersama kita bisa mewujudkan Kalteng bebas kabut asap”.

Keberadaan baliho tersebut menghadirkan kontras dengan kondisi langit yang terekam dalam video. Seruan untuk mewujudkan Kalimantan Tengah bebas kabut asap berdampingan dengan kenyataan bahwa wilayah tersebut masih menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Fenomena langit menguning ini juga muncul ketika penanganan karhutla di Kalimantan Tengah menjadi sorotan. Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran sebelumnya menyatakan bahwa kebakaran yang terjadi belum perlu ditetapkan sebagai bencana nasional pada Senin (12/10). Sementara itu, masyarakat masih menghadapi dampak asap yang mengganggu kualitas udara.

Baliho Pejabat Jadi Sorotan Netizen

Keberadaan baliho tersebut turut memancing komentar warganet. Sejumlah netizen menyindir ukuran baliho yang menampilkan wajah para pejabat di tengah kondisi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah tersebut.

Salah satu komentar menyindir anggapan bahwa pemasangan baliho dapat menyelesaikan persoalan kabut asap. Netizen itu juga menyoroti keberanian para pejabat menampilkan wajah mereka di tengah kondisi yang belum sesuai dengan pesan dalam baliho.

“Bro bro berpikir bermodalkan banner asap bisa langsung menghilang,” tulis seorang netizen.

Komentar lainnya menyoroti ukuran baliho yang dinilai tidak sebanding dengan upaya penanganan karhutla. Warganet tersebut mempertanyakan besarnya baliho yang menampilkan para pejabat ketika persoalan kabut asap masih berlangsung.

“Besar banner daripada usahanya,” tulis netizen lainnya.

Komentar-komentar tersebut mencerminkan kritik warganet terhadap kesenjangan antara pesan yang disampaikan melalui baliho dan kondisi yang terlihat di lapangan. Mereka menyoroti pentingnya upaya nyata untuk mengatasi karhutla agar slogan Kalimantan Tengah bebas kabut asap dapat terwujud.

Penyebab Langit Palangka Raya Menguning

Perubahan warna langit tersebut berkaitan dengan keberadaan partikel asap di atmosfer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa partikel asap karhutla dapat menghamburkan sekaligus menyerap cahaya matahari.

Proses tersebut mengubah spektrum cahaya yang mencapai mata manusia sehingga langit terlihat kekuningan hingga kemerahan. Fenomena ini membuat suasana di Palangka Raya tampak berbeda dari kondisi langit pada umumnya.

Fenomena serupa sebelumnya juga terjadi pada 20 September 2026. Saat itu, langit di Kecamatan Sebangau Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, tampak merah pekat di tengah kabut asap. Kedua fenomena tersebut diduga berkaitan dengan interaksi cahaya matahari dan partikel asap di atmosfer.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Vhina Noviyanti
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Muhammad Ibnu Idris
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU