Mau Sehat ? Jangan Tidur Lewat Jam 10 Malam

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

Tidur juga berperan dalam konsolidasi memori, yakni proses ketika informasi yang baru diperoleh diproses dan distabilkan menjadi ingatan yang lebih bertahan lama. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa tidur cukup penting bagi pelajar, mahasiswa, dan pekerja yang membutuhkan kemampuan berpikir optimal.

2. Membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah

Tidur berkaitan dengan berbagai proses yang memengaruhi sistem kardiovaskular, termasuk tekanan darah dan pengaturan metabolisme. Kurang tidur yang berlangsung terus-menerus dikaitkan dengan peningkatan risiko hipertensi, penyakit jantung, dan stroke.

Sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam Journal of the American Heart Association pada 2018 menelaah 74 penelitian dengan lebih dari 3,3 juta peserta. Studi tersebut menemukan hubungan antara durasi maupun kualitas tidur dengan penyakit kardiovaskular dan kematian. Namun, hasil penelitian observasional semacam ini menunjukkan hubungan statistik, bukan bukti bahwa durasi tidur tertentu secara langsung menjadi penyebab tunggal suatu penyakit.

Tidur cukup sebaiknya dipandang sebagai salah satu bagian dari perlindungan kesehatan jantung, bersama dengan pola makan seimbang, aktivitas fisik, tidak merokok, dan pengendalian tekanan darah.

3. Membantu mengatur metabolisme dan berat badan

Tidur yang kurang dapat berkaitan dengan perubahan proses pengaturan nafsu makan, metabolisme, dan sensitivitas tubuh terhadap insulin. Kondisi ini dapat mempersulit pengelolaan berat badan serta berhubungan dengan risiko diabetes tipe 2.

Tinjauan sistematis dan meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Sleep Medicine pada 2017 mengumpulkan data dari lebih dari lima juta peserta dalam penelitian mengenai durasi tidur panjang. Para peneliti menemukan hubungan statistik antara tidur yang lebih panjang dan beberapa hasil kesehatan, termasuk diabetes serta obesitas. Penelitian lain tentang durasi tidur pendek juga menemukan kaitan dengan obesitas dan diabetes.

Meski demikian, tidur lebih lama tidak otomatis menyebabkan penyakit. Durasi tidur yang panjang dapat pula berkaitan dengan penyakit yang sudah ada, kondisi tubuh yang sedang pulih, atau faktor lain. Karena itu, pola tidur perlu dinilai bersama kondisi kesehatan secara keseluruhan.

4. Mendukung kesehatan mental dan kestabilan emosi

Kurang tidur dapat membuat seseorang lebih mudah tersinggung, sulit mengendalikan emosi, dan mengalami penurunan kemampuan menghadapi tekanan. Sebaliknya, tidur yang cukup membantu menjaga fungsi kognitif dan emosional dalam menghadapi aktivitas sehari-hari.

Keterkaitan tidur dan kesehatan mental juga terlihat dalam penelitian mengenai keteraturan tidur. Tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam Sleep Medicine Reviews pada 2025 menemukan bukti dengan tingkat kepastian sedang bahwa ketidakteraturan waktu tidur berkaitan dengan gejala depresi dan kecemasan yang lebih tinggi. Temuan ini tidak berarti jadwal tidur yang tidak teratur selalu menyebabkan gangguan mental, tetapi menunjukkan bahwa pola tidur layak menjadi bagian dari perhatian terhadap kesehatan mental.

Apabila gangguan tidur disertai kesedihan berkepanjangan, kecemasan berat, atau gangguan fungsi sehari-hari, seseorang sebaiknya mencari bantuan tenaga kesehatan, bukan hanya mengandalkan perubahan jadwal tidur.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU