Udara Memutih, Begini Tips Jaga Kesehatan di Tengah Kepulan Asap Karhutla

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar mengganggu jarak pandang. Partikel halus di udara dapat mengancam kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit pernapasan. Sejumlah langkah sederhana dapat membantu mengurangi paparan asap dalam aktivitas sehari-hari.

Kepulan asap kebakaran hutan dan lahan kerap mengubah suasana pagi yang seharusnya segar menjadi kelabu. Udara terasa pengap, bau asap menyengat, sementara matahari tampak samar di balik kabut yang menyelimuti lingkungan.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat tetap harus menjalankan rutinitas. Ada yang berangkat bekerja, mengantar anak ke sekolah, berdagang, hingga melakukan aktivitas di luar ruangan. Namun, ketika asap karhutla memenuhi udara, menjaga kesehatan menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

Asap kebakaran mengandung campuran gas dan partikel halus yang dapat masuk ke saluran pernapasan. Paparan asap dapat menyebabkan mata perih, tenggorokan terasa kering, batuk, hingga sesak napas. Bagi orang yang memiliki asma, penyakit paru, atau gangguan jantung, dampaknya bisa lebih serius.

Karena itu, melindungi diri dari paparan asap bukan sekadar pilihan, melainkan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan selama karhutla berlangsung.

1. Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Saat asap terlihat semakin pekat atau kualitas udara memburuk, pertimbangkan untuk mengurangi kegiatan di luar rumah. Aktivitas seperti berolahraga, bersepeda, atau berjalan kaki sebaiknya dialihkan ke dalam ruangan apabila memungkinkan.

Jika harus keluar untuk bekerja atau memenuhi kebutuhan penting, usahakan mempersingkat waktu di luar ruangan dan menghindari aktivitas fisik berat. Semakin berat seseorang bernapas saat beraktivitas, semakin banyak udara yang masuk ke paru-paru, sehingga paparan partikel asap juga dapat meningkat.

Masyarakat juga perlu memantau informasi kualitas udara dari sumber resmi untuk menentukan langkah pencegahan yang sesuai dengan kondisi setempat.

2. Gunakan Masker yang Tepat

Masker dapat membantu mengurangi paparan partikel halus, tetapi jenisnya perlu diperhatikan. Respirator seperti N95 yang terpasang rapat di wajah lebih efektif menyaring partikel asap dibandingkan masker kain biasa.

Pastikan masker menutup hidung dan mulut dengan baik serta tidak menyisakan celah besar di sisi wajah. Jenggot atau bentuk wajah tertentu dapat memengaruhi kerapatan masker.

Meski demikian, masker tidak menghilangkan seluruh risiko paparan asap dan tidak melindungi dari semua gas berbahaya. Mengurangi waktu di luar ruangan dan mencari tempat dengan udara yang lebih bersih tetap menjadi langkah utama.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU