Blue Cheese Aman Dimakan? Ternyata Jamur di Dalamnya Memang Sengaja

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Blue cheese atau keju biru mungkin terlihat sedikit berbeda dari keju pada umumnya. Bagian dalamnya dipenuhi garis atau bercak berwarna biru kehijauan yang sekilas tampak seperti jamur pada makanan yang sudah rusak.

Namun, jangan buru-buru membuangnya. Jamur yang terdapat pada blue cheese memang sengaja digunakan dalam proses pembuatannya dan aman untuk dikonsumsi.

Menurut United States Department of Agriculture (USDA), sejumlah jenis keju memang dibuat menggunakan jamur, termasuk blue cheese, Roquefort, Gorgonzola dan Stilton. Jamur yang digunakan berasal dari jenis Penicillium tertentu dan menjadi bagian dari proses pembentukan rasa serta karakter keju.

Bukan Jamur karena Kejunya Basi

Keberadaan warna biru atau kehijauan pada blue cheese bukan berarti keju tersebut mengalami kerusakan. Jamur tersebut memang diperkenalkan selama proses pembuatan sehingga dapat tumbuh di bagian dalam keju.

Itulah yang membuat blue cheese memiliki aroma yang lebih kuat, rasa yang khas dan tampilan berupa urat-urat biru. USDA menyebut jamur yang digunakan untuk membuat jenis keju tersebut aman dimakan.

Kondisi ini berbeda dengan keju biasa yang tiba-tiba ditumbuhi jamur. Pada keju yang tidak memang dibuat dengan bantuan jamur, munculnya pertumbuhan jamur dapat menjadi tanda makanan sudah tidak layak dikonsumsi.

Tetap Perhatikan Jenis dan Kondisi Keju

Meski jamur khas blue cheese aman dikonsumsi, keamanan keju tetap dipengaruhi jenis produk dan cara pembuatannya. Keju yang terbuat dari susu yang tidak dipasteurisasi dapat membawa risiko kontaminasi bakteri Listeria monocytogenes.

FDA dan USDA secara khusus menyarankan ibu hamil serta kelompok yang lebih rentan terhadap listeriosis untuk menghindari blue cheese lunak kecuali pada kemasannya tercantum bahwa keju tersebut dibuat dari susu yang telah dipasteurisasi.

Selain itu, blue cheese tetap perlu disimpan sesuai petunjuk pada kemasan dan diperiksa kondisinya sebelum dikonsumsi. Perubahan yang tidak sesuai dengan karakter asli produk, terutama jika keju mengalami kerusakan atau pertumbuhan jamur lain yang tidak semestinya, perlu diperhatikan.

Jadi, meski secara harfiah blue cheese memang mengandung jamur, jamur tersebut bukan tanda kejunya basi. Justru, keberadaan jamur itulah yang menjadi bagian penting dari karakter blue cheese.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Darin Brenda Iskarina

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU