HOLOPIS.COM, JAKARTA – Matcha sering dianggap lebih ringan dari kopi. Namun, minuman teh hijau ini tetap mengandung kafein. Berapa kadarnya dan bagaimana cara menguranginya?
Matcha semakin populer sebagai alternatif kopi bagi mereka yang ingin tetap berenergi saat menjalani aktivitas sehari-hari.
Minuman berbahan bubuk teh hijau ini banyak digemari karena rasanya yang khas dan sensasi yang dirasakan setelah mengonsumsinya.
Namun, jangan buru-buru menganggap matcha lebih ringan tanpa mengetahui kandungan kafeinnya.
Meski sering dipilih sebagai pengganti kopi, matcha ternyata tetap mengandung kafein dalam jumlah yang perlu diperhatikan.
Kadarnya memang umumnya lebih rendah dibandingkan kopi, tetapi bisa berbeda tergantung jenis bubuk dan takaran yang digunakan.
Bagi pencinta matcha yang ingin mengurangi asupan kafein, informasi ini penting untuk diketahui.
Sebab, pilihan minuman yang terlihat lebih ringan belum tentu membuat tubuh terbebas dari efek kafein.
Kandungan kafein dalam matcha tidak selalu sama.
Kristina Tucker, Chief Communications Officer di The Republic of Tea mengatakan, dalam satu sajian matcha ceremonial, jumlahnya diperkirakan berkisar antara 30–60 miligram.
Jenis matcha yang digunakan turut memengaruhi kadar kafein dalam minuman.
Matcha ceremonial berpotensi memiliki kandungan kafein lebih tinggi dibandingkan matcha culinary karena perbedaan bahan baku dan metode penanaman daun teh.
Selain itu, takaran bubuk juga berpengaruh besar.



