Sementara itu, seseorang yang harus bangun pukul 06.00 dan membutuhkan delapan jam tidur dapat menargetkan waktu terlelap sekitar pukul 22.00. Contoh ini bukan aturan medis yang wajib diikuti semua orang, melainkan cara sederhana menghitung jadwal tidur berdasarkan waktu bangun.
Penelitian tentang waktu dan keteraturan tidur juga menunjukkan bahwa kebiasaan tidur yang lebih konsisten cenderung berkaitan dengan hasil kesehatan yang lebih baik.
Sebuah tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism pada 2020 menganalisis 41 penelitian dengan total 92.340 peserta dari 14 negara. Para peneliti menemukan bahwa waktu tidur yang lebih larut dan pola tidur yang lebih berubah-ubah umumnya berkaitan dengan sejumlah hasil kesehatan yang kurang menguntungkan. Namun, kualitas bukti bervariasi dan penelitian tersebut tidak menetapkan satu jam tidur universal yang paling baik bagi semua orang.
Dengan demikian, anggapan bahwa setiap orang wajib tidur sebelum pukul 22.00 tidak sepenuhnya tepat. Yang lebih penting adalah memperoleh durasi tidur yang cukup, menjaga jadwal tidur-bangun secara teratur, dan menyesuaikannya dengan kebutuhan biologis serta aktivitas.
Apa yang Terjadi Saat Tubuh Tidur?
Tidur merupakan proses biologis aktif yang terdiri atas beberapa tahap, termasuk tidur non-rapid eye movement (NREM) dan rapid eye movement (REM). Tahapan ini berlangsung dalam beberapa siklus sepanjang malam.
Setiap tahap memiliki karakteristik dan fungsi yang berbeda. Tidur dalam berperan dalam pemulihan fisik, sedangkan berbagai tahapan tidur turut mendukung pemrosesan informasi, pengaturan emosi, dan konsolidasi memori.
Dalam artikel ilmiah yang diterbitkan di jurnal Nature Reviews Neuroscience, peneliti Jan Born dan Ines Wilhelm membahas bagaimana tidur mendukung proses penguatan dan penataan kembali ingatan. Tidur membantu otak memproses informasi yang diperoleh saat terjaga, sehingga proses belajar tidak berhenti ketika seseorang menutup mata.
Karena itu, begadang demi belajar atau menyelesaikan pekerjaan tidak selalu menghasilkan kinerja yang lebih baik. Waktu tambahan untuk bekerja dapat kehilangan manfaat apabila kekurangan tidur membuat seseorang sulit berkonsentrasi, mengingat informasi, atau mengambil keputusan pada hari berikutnya.
Lima Manfaat Tidur Cukup bagi Kesehatan
1. Mendukung fungsi otak, konsentrasi, dan daya ingat
Tidur yang cukup membantu mempertahankan kewaspadaan, perhatian, kemampuan belajar, dan fungsi kognitif. Sebaliknya, kurang tidur dapat membuat seseorang lebih mudah kehilangan fokus, lambat merespons, dan melakukan kesalahan.
Dalam kegiatan sehari-hari, dampaknya bisa muncul saat seseorang mengemudi, mengoperasikan mesin, mengikuti pelajaran, atau menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian.



