Makan Malam Terlalu Larut, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Jadwal kerja yang padat, aktivitas yang menumpuk, hingga kebiasaan begadang membuat sebagian orang baru sempat makan malam menjelang waktu tidur. Meski sesekali tidak selalu menjadi masalah, kebiasaan makan terlalu larut perlu diperhatikan, terutama jika dilakukan secara rutin dan disertai porsi makan yang berlebihan.

Waktu makan dapat memengaruhi kenyamanan pencernaan dan kualitas tidur. Selain itu, kebiasaan makan larut malam juga perlu dilihat bersama pola makan sehari-hari, jenis makanan yang dikonsumsi, serta aktivitas fisik.

Lantas, apa saja dampak yang perlu diperhatikan ketika seseorang terbiasa makan malam terlalu larut?

1 Memicu Asam Lambung Naik

S.alah satu keluhan yang dapat muncul setelah makan terlalu dekat dengan waktu tidur adalah naiknya asam lambung. Kondisi ini terjadi ketika isi lambung kembali mengalir ke kerongkongan dan menimbulkan gejala seperti sensasi terbakar di dada, rasa asam di mulut, atau ketidaknyamanan pada tenggorokan.

Risiko tersebut dapat meningkat ketika seseorang langsung berbaring setelah makan. Dalam posisi berbaring, gravitasi tidak lagi membantu menahan isi lambung seperti ketika tubuh berada dalam posisi tegak.

Bagi orang yang memiliki gastroesophageal reflux disease (GERD), kebiasaan ini dapat memperburuk gejala, terutama setelah mengonsumsi makanan dalam porsi besar atau hidangan yang menjadi pemicu pribadi.

Untuk mengurangi risiko tersebut, usahakan memberi jeda sekitar tiga jam antara makan dan berbaring atau tidur, khususnya jika sering mengalami refluks asam lambung. Jika keluhan terus berulang, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis.

2. Membuat Tidur Kurang Nyaman

Makan dalam jumlah besar menjelang tidur dapat membuat perut terasa penuh, kembung, atau tidak nyaman. Kondisi tersebut bisa menyulitkan seseorang untuk beristirahat, terutama jika langsung berbaring setelah selesai makan.

Selain rasa kenyang yang berlebihan, makanan tertentu juga dapat memicu gangguan pencernaan pada orang yang sensitif. Hidangan yang sangat berlemak, misalnya, dapat memperlambat pengosongan lambung pada sebagian orang sehingga rasa penuh bertahan lebih lama.

Tidur yang terganggu juga bisa berdampak pada aktivitas keesokan harinya. Seseorang mungkin merasa kurang segar, mengantuk, atau sulit berkonsentrasi karena waktu istirahatnya tidak optimal.

Jika jadwal aktivitas membuat makan malam tidak bisa dilakukan lebih awal, cobalah mengatur porsi agar tidak terlalu besar. Hindari pula langsung berbaring setelah makan supaya tubuh memiliki waktu untuk mencerna makanan dengan lebih nyaman.

3. Dapat Memengaruhi Pengaturan Gula Darah

Waktu makan juga berkaitan dengan cara tubuh mengolah zat gizi, termasuk glukosa atau gula darah. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa tubuh dapat merespons makanan secara berbeda pada waktu yang berlainan, termasuk antara siang dan malam hari.

Pada sebagian kondisi, mengonsumsi makanan dalam jumlah besar pada malam hari dapat menghasilkan respons gula darah yang berbeda dibandingkan ketika makanan dikonsumsi lebih awal. Hal ini berkaitan dengan ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang membantu mengatur berbagai fungsi, termasuk metabolisme.

Namun, bukan berarti makan malam setelah jam tertentu pasti menyebabkan diabetes. Risiko gangguan gula darah dipengaruhi banyak faktor, seperti pola makan secara keseluruhan, aktivitas fisik, kualitas tidur, riwayat keluarga, dan kondisi kesehatan.

Karena itu, menjaga jadwal makan yang teratur serta memilih makanan dengan komposisi gizi seimbang tetap menjadi langkah penting. Bagi orang yang memiliki diabetes atau sedang menjalani pengobatan untuk mengatur gula darah, waktu makan sebaiknya disesuaikan dengan arahan tenaga medis.

4. Berpotensi Menambah Asupan Kalori Harian

Makan malam terlalu larut tidak otomatis menyebabkan kenaikan berat badan. Namun, kebiasaan tersebut dapat berkaitan dengan asupan kalori berlebih, terutama jika seseorang kembali mengonsumsi camilan setelah makan malam.

Rasa lapar setelah beraktivitas seharian merupakan hal yang wajar. Akan tetapi, ketika makan dilakukan sambil menonton televisi atau menggunakan ponsel, seseorang bisa kurang menyadari jumlah makanan yang telah dikonsumsi.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Darin Brenda Iskarina
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU