Sering Mandi Saat Cuaca Panas, Kok Kulit Malah Makin Kering? Ini Alasannya

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Cuaca panas sering membuat tubuh terasa gerah dan berkeringat. Tak heran jika mandi menjadi cara paling mudah untuk kembali merasa segar. Bahkan, sebagian orang mungkin memilih mandi lebih dari sekali dalam sehari ketika suhu sedang tinggi.

Namun, terlalu sering mandi, terutama jika menggunakan air yang terlalu panas dan sabun yang keras, justru bisa membuat kulit kehilangan kelembapan alaminya. Kondisi ini dapat membuat kulit terasa kering, kasar, gatal atau lebih sensitif.

Dokter kulit dari Cleveland Clinic menjelaskan bahwa frekuensi mandi memang dapat menyesuaikan aktivitas, cuaca dan kondisi kulit. Mandi setiap hari umumnya tetap dianjurkan untuk menjaga kebersihan, tetapi penggunaan sabun dan air panas perlu diperhatikan agar tidak mengganggu lapisan pelindung kulit.

1. Terlalu Sering Mandi Bisa Mengganggu Skin Barrier

Kulit memiliki lapisan pelindung alami yang membantu mempertahankan kelembapan sekaligus melindungi kulit dari berbagai iritan. Ketika kulit terlalu sering terkena air, terutama air panas, dan produk pembersih yang keras, minyak alami pada permukaan kulit dapat ikut hilang.

American Academy of Dermatology (AAD) menyebut mandi terlalu lama dengan air panas dapat membuat kulit menjadi kering. Penggunaan sabun atau produk pembersih yang terlalu keras juga dapat menghilangkan minyak alami kulit. Masalahnya bukan semata-mata karena mandi. Cara mandi juga berpengaruh

Air yang terlalu panas memang terasa nyaman, terutama ketika tubuh sedang lelah. Namun, panas dapat membuat kulit semakin kehilangan kelembapan. Mandi terlalu lama juga bisa memperburuk kondisi tersebut.

Karena itu, jika kulit mulai terasa tertarik setelah mandi, muncul bagian yang bersisik atau terasa gatal, coba perhatikan kembali suhu air, durasi mandi dan produk yang digunakan.

2. Tetap Bisa Mandi Saat Gerah, Asal Caranya Tepat

Bukan berarti harus menghindari mandi ketika cuaca panas. Justru mandi tetap penting untuk membersihkan keringat, kotoran dan berbagai zat yang menempel di kulit.

Jika perlu mandi lebih dari sekali dalam sehari karena banyak berkeringat, Cleveland Clinic menyarankan agar penggunaan sabun tidak berlebihan. Pada orang yang mandi beberapa kali sehari, sabun dapat digunakan pada salah satu waktu mandi untuk membantu mengurangi risiko kulit menjadi terlalu kering.

Gunakan air hangat suam-suam kuku, bukan air panas, dan usahakan mandi tidak terlalu lama. AAD merekomendasikan durasi mandi sekitar lima sampai 10 menit bagi orang dengan kulit kering.

Setelah mandi, jangan menggosok tubuh terlalu keras dengan handuk. Cukup tepuk-tepuk perlahan hingga kulit tidak lagi menetes. Setelah itu, segera gunakan pelembap ketika kulit masih sedikit lembap untuk membantu mempertahankan kadar air pada kulit.

Pilih sabun atau body wash yang lembut dan bebas pewangi jika kulit mudah kering atau sensitif. Untuk pelembap, produk yang mengandung bahan seperti ceramide dapat membantu menjaga dan memperbaiki skin barrier.

Jika kulit tetap sangat kering, pecah-pecah, merah, gatal atau mengalami iritasi yang tidak kunjung membaik meski kebiasaan mandi sudah diperbaiki, sebaiknya periksakan ke dokter kulit karena kondisi tersebut bisa berkaitan dengan masalah kulit tertentu.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Darin Brenda Iskarina

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU