Suahasil Optimistis Ekonomi RI Tembus 5,5 Persen di Semester II 2026, Ini Penopangnya

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada paruh kedua 2026 mampu menembus level 5,5 persen. Keyakinan tersebut disampaikan di tengah ketidakpastian geopolitik global yang masih membayangi perekonomian dunia.

Suahasil menilai fundamental ekonomi domestik masih cukup kuat untuk menopang pertumbuhan pada kuartal III dan IV 2026. Pemerintah juga tetap mempertahankan aspirasi jangka panjang untuk membawa pertumbuhan ekonomi menuju level 6 persen.

“Proyeksi pertumbuhan kita masih lihat bahwa saya yakin di Q3, Q4, di setengah tahun kedua ini, kita masih bisa tumbuh di atas 5,5 persen, dan ini merupakan pertumbuhan yang cukup baik,” kata Suahasil dalam konferensi pers, dikutip Holopis.com, Minggu (27/9/2026).

Optimisme tersebut datang setelah ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan 5,45 persen secara kumulatif pada semester I 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi nasional tumbuh 5,61 persen pada kuartal I dan 5,29 persen pada kuartal II 2026 secara tahunan.

Meski kondisi ekonomi global masih penuh tantangan, pemerintah tidak mengubah aspirasi pertumbuhan jangka panjang. Suahasil mengatakan target menuju pertumbuhan 6 persen tetap menjadi arah yang ingin dicapai pemerintah.

“Kalau aspirasi kita menuju 6 persen. Kondisi dunianya seperti ini kita lihat bagaimana gerak ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Menurut Suahasil, kondisi perekonomian global menjadi salah satu faktor yang terus diperhatikan dalam menentukan arah kebijakan ekonomi. Namun, dinamika eksternal tersebut perlu diimbangi dengan melihat kekuatan aktivitas ekonomi di dalam negeri.

Hal tersebut juga menjadi bagian dari koordinasi kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia. Kementerian Keuangan dan BI pada 24 September 2026 menyatakan akan terus memperkuat sinergi kebijakan untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Suahasil menilai ketahanan ekonomi nasional tercermin dari sejumlah indikator fundamental. Salah satunya adalah inflasi yang menurutnya masih berada pada level yang terkendali.

BPS mencatat inflasi Indonesia pada Agustus 2026 sebesar 3,19 persen secara tahunan, dengan inflasi inti sebesar 2,92 persen.
Selain inflasi, pemerintah melihat capaian pertumbuhan ekonomi pada semester pertama serta penyaluran kredit perbankan yang masih ekspansif sebagai indikator positif.

“Tapi sangat resilien kalau inflasinya 3,19 persen, kalau yang namanya pertumbuhan Q1-nya 5,45 persen, kalau pertumbuhan kreditnya di sekitar 13 persen. ini adalah indikator-indikator yang baik buat fundamental kita,” kata Suahasil.

Catatan BPS menunjukkan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 tumbuh 5,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada kuartal II, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,29 persen secara tahunan.

Selain indikator makroekonomi, pemerintah juga menjadikan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai salah satu instrumen untuk menjaga momentum perekonomian.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU