HOLOPIS.COM, JAKARTA – Rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS, sementara IHSG anjlok 8,01% hingga trading halt.
Pasar keuangan Indonesia mendapat tekanan besar pada Jumat (16/10/2026).
Nilai tukar rupiah menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS), sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 8,01 persen hingga memicu penghentian sementara perdagangan atau trading halt di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Berdasarkan data perdagangan pagi, rupiah melemah 83 poin atau 0,46 persen ke level Rp18.021 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.938 per dolar AS.
Pelemahan ini terjadi ketika investor global cenderung menghindari aset berisiko atau risk-off, sehingga permintaan terhadap dolar AS meningkat.
Tekanan terhadap rupiah tersebut berlangsung bersamaan dengan gejolak di pasar saham.
Pada pembukaan perdagangan, IHSG merosot 469,86 poin ke posisi 5.393,92.

Penurunan tajam itu memicu penghentian sementara perdagangan saham.
Indeks LQ45 yang mencerminkan pergerakan 45 saham unggulan juga terkoreksi 8,33 persen ke level 540,95.
Salah satu perkembangan yang menjadi perhatian investor adalah pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI), penyedia indeks global, mengenai konsultasi atas usulan perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia.
MSCI membuka konsultasi mengenai kemungkinan perubahan status Indonesia dari Emerging Market atau pasar berkembang menjadi Standalone Market atau pasar mandiri.
Keputusan final dijadwalkan paling lambat akhir Juni 2027.
Perubahan klasifikasi ini menjadi sorotan karena indeks MSCI digunakan investor institusi global sebagai salah satu acuan pengelolaan portofolio.



