JAKARTA – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, meminta Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mencontoh langkah Mayjen TNI Trenggono yang mengundurkan diri dari dinas keprajuritan setelah ditunjuk sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut Habib Syakur, keputusan Trenggono mundur dari TNI merupakan sikap yang patut diapresiasi karena menunjukkan penghormatan terhadap prinsip profesionalisme militer dan tata kelola pemerintahan sipil.
“Mayjen Trenggono telah memberikan contoh yang baik. Ketika dipercaya mengisi jabatan sipil strategis, beliau memilih mengundurkan diri dari TNI. Ini menunjukkan penghormatan terhadap aturan dan etika pemerintahan,” kata Habib Syakur dalam keterangannya kepada Holopis.com, Sabtu (6/6/2026).
Habib Syakur menilai langkah tersebut semestinya menjadi perhatian bagi Teddy Indra Wijaya yang hingga kini masih menjadi sorotan publik terkait statusnya sebagai prajurit aktif TNI yang menduduki jabatan Sekretaris Kabinet.
Menurutnya, polemik mengenai penempatan prajurit aktif di jabatan sipil perlu diselesaikan secara terang agar tidak menimbulkan perdebatan berkepanjangan di tengah masyarakat.
“Kalau memang ingin melanjutkan tugas sebagai Sekretaris Kabinet, saya kira Pak Teddy juga bisa mencontoh langkah Mayjen Trenggono. Dengan begitu tidak ada lagi perdebatan soal status dan masyarakat mendapatkan kepastian,” ujarnya.
Habib Syakur mengatakan bahwa persoalan tersebut bukan ditujukan kepada individu tertentu, melainkan menyangkut kepastian hukum dan tata kelola kelembagaan negara.
Ia menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto justru akan semakin kuat apabila seluruh pejabat yang menduduki jabatan sipil memiliki landasan administrasi dan hukum yang jelas.
“Ini bukan soal suka atau tidak suka kepada seseorang. Yang kita jaga adalah tata kelola negara. Pemerintahan akan lebih kuat jika seluruh pejabatnya berdiri di atas aturan yang jelas dan tidak menimbulkan multitafsir,” tuturnya.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto telah menyetujui pengunduran diri Mayjen TNI Trenggono dari dinas keprajuritan setelah Presiden Prabowo menunjuknya sebagai Wakil Kepala BGN.
Kapuspen TNI Brigjen TNI Muhammad Nas memastikan seluruh proses administrasi pengunduran diri Trenggono telah diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Trenggono dijadwalkan dilantik bersama Kepala BGN yang baru, Nanik Sudaryati Deyang, di Istana Negara pada Senin (8/6/2026).
Habib Syakur berharap langkah Trenggono dapat menjadi contoh bagi pejabat lain yang berasal dari institusi militer dan kemudian dipercaya mengemban jabatan sipil strategis di lingkungan pemerintahan.
“Kalau tujuannya untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, maka mundur dari dinas aktif bukanlah masalah. Justru itu menunjukkan keteladanan dan komitmen terhadap aturan yang berlaku,” pungkasnya.


