HOLOPIS.COM, JAKARTA – Jaksa Agung ST Burhanddin dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kompak ogah menjelaskan perkara yang menimpa eks Jampidsus Febrie Adriansyah.
Saat kunjungan Listyo Sigit ke Kejaksaan Agung, keduanya awalnya pamer keakraban satu sama lain. Burhanuddin yang pernah santer diterpa isu nikah siri berbicara mengenai kondisi hubungan keduanya.
“Saya dengan Pak Kapolri, tapi teman-teman jangan berpikir kami ini rival, kami ini ada versus,” kata Burhanuddin dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com, Senin (13/7).
“Kemudian jangan juga berpikir, ada hal-hal sesuatu kemarin, ini adalah sesuatu hal yang biasa kami lakukan dan kami selalu berpikir bagaimana perbaikan ke depan lagi,” sambungnya.
Senada dengan Burhanuddin, Listyo Sigit mengumbar janji bakal memperkuat soliditas dengan Kejaksaan Agung di tengah isu ketidakharmonisan hubungan keduanya.
“Ini tentunya terus kita perkuat, kita perkokoh, apalagi kita juga ada KUHAP baru yang tentunya kita sosialisasikan bersama dan bagaimana ke depan, tentunya kemitraan yang ada, sinergitas yang ada akan kita perkuat,” ucap Listyo.
Namun, semua itu kemudian langsung berubah ketika mereka mendapatkan pertanyaan dari awak media mengenai perkara yang dialami Febrie Adriansyah.
Baik Burhanuddin maupun Listyo Sigit tidak ada yang mau menjelaskan mengenai perkara maupun peran Febrie.
“Nanti dengan Kapuspenkum saja,” kilah Burhanuddin.
Setali tiga uang, ketika giliran Listyo Sigit dicecar hal yang sama, jenderal bintang empat itu cuma cengengesan dan segera melemparnya untuk dijelaskan Burhanuddin.
Bukannya dapat penjelasan, keduanya kemudian segera berlalu dan berusaha menghindari pertanyaan lainnya dari awak media.
Sampai kini, tidak pernah dijelaskan kasus posisi dan peran kedua tersangka. Serta audit kerugian negara.
Usai penggeledahan di Kawasan Cipete,Jakarta Selatan berlanjut ke kawasan Sentul pada Kamis (9/7).
Kemudian, diikuti keterangan Pers Febrie di Lobi Gedung Bundar dengan penjelasan gamblang tanpa ditutup-tutupi didampingi Mantan Sesjampidsus Andi Herman, Direktur Operasi M. Syarifuddin, Direktur HAM N. Ra Jumat dan Direktur UHLBEE Andi Dharmawangsa pada Jumat (10/7).


