B50 Mulai Dijual di SPBU Pertamina, Ini Harga per Liternya

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Biosolar B50 mulai tersedia di SPBU Pertamina. Berapa harga per liternya?

Biosolar B50 resmi mulai tersedia di SPBU Pertamina setelah pemerintah memberlakukan kebijakan peningkatan campuran biodiesel berbasis minyak sawit dari sebelumnya B40 menjadi B50.

Penerapan bahan bakar campuran biodiesel 50 persen ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor solar.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan perubahan komposisi Biosolar tersebut tidak berdampak pada kenaikan harga bagi masyarakat penerima subsidi.

“Untuk B50 ini, khususnya yang mendapat subsidi, tetap harganya Rp6.800 per liter. Jadi tidak ada penambahan harga,” ujar Bahlil.

Biosolar B50 mulai dipasarkan di SPBU Pertamina, salah satunya di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, yang menjadi lokasi peluncuran program oleh Presiden Prabowo Subianto.

- Advertisement -

Dari sisi komposisi, B50 memiliki kandungan biodiesel atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebesar 50 persen, meningkat dibandingkan Biosolar B40 yang sebelumnya menggunakan campuran biodiesel 40 persen.

Artinya, dalam setiap satu liter Biosolar B50 terdapat campuran 50 persen biodiesel berbahan baku minyak sawit dan 50 persen solar.

Pemerintah menilai kebijakan B50 memberikan dampak strategis bagi perekonomian nasional.

Program ini diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga sekitar Rp170 triliun, meningkat dibandingkan penghematan dari program B40 yang mencapai sekitar Rp133 triliun.

Selain itu, penerapan B50 diperkirakan memberikan tambahan nilai ekonomi bagi industri kelapa sawit hingga Rp23,49 triliun.

Dari sisi lingkungan, penggunaan biodiesel ini juga ditargetkan mampu menekan emisi gas rumah kaca sekitar 44,46 juta ton CO₂.

Seiring penerapan B50, kebutuhan biodiesel nasional diperkirakan meningkat menjadi sekitar 16,7–18 juta kiloliter.

Sementara kebutuhan minyak sawit mentah (CPO) sebagai bahan baku diproyeksikan mencapai 15,2–16,3 juta ton.

Untuk sektor non-subsidi, pemerintah menjelaskan harga B50 akan mengikuti mekanisme harga keekonomian sesuai formula yang berlaku.

Harga tersebut akan dipengaruhi oleh komponen harga minyak dan kebijakan badan usaha penyedia BBM.

Dengan dimulainya penjualan Biosolar B50 di SPBU Pertamina, Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang menerapkan mandatori biodiesel dengan campuran hingga 50 persen.

Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian energi sekaligus meningkatkan nilai tambah industri sawit nasional.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

YANG BARU