MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak--:--
Subuh--:--
Dzuhur--:--
Ashar--:--
Maghrib--:--
Isya--:--

Habib Syakur: Tahun Baru Hijriyah 1448 Momentum Hijrah dari Kebencian Menuju Persaudaraan
H

2 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMInisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK), Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, mengajak umat Islam menjadikan pergantian Tahun Baru Hijriyah 1448 sebagai momentum introspeksi diri dan memperkuat persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan sosial, politik, dan ekonomi yang dihadapi Indonesia.

Sebagaimana kalender Hijriah yang diterbitkan Kementerian Agama, 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026. Karena sistem penanggalan Islam dimulai sejak terbenamnya matahari, maka malam pergantian tahun baru Hijriyah dimulai pada Senin malam, 15 Juni 2026.

- Advertisement -

Menurut ulama asal Malang Raya tersebut, makna hijrah tidak boleh dipahami sebatas perpindahan waktu dari tahun 1447 ke 1448 Hijriyah. Lebih dari itu, hijrah adalah proses perubahan akhlak, pola pikir, dan perilaku menuju keadaan yang lebih baik.

“Pergantian tahun Hijriyah bukan sekadar seremoni atau pergantian angka dalam kalender. Esensi hijrah adalah keberanian meninggalkan sifat-sifat buruk menuju pribadi yang lebih bertakwa, lebih jujur, lebih peduli, dan lebih bermanfaat bagi sesama,” ujar Habib Syakur dalam keterangannya, Senin (15/6/2026).

- Advertisement -

Ia menjelaskan bahwa peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah mengandung pelajaran besar tentang perjuangan membangun peradaban yang berlandaskan persaudaraan, keadilan, dan penghormatan terhadap kemanusiaan.

Karena itu, Habib Syakur mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan perbedaan pilihan politik, organisasi, maupun latar belakang sosial sebagai alasan untuk saling membenci dan memecah belah persatuan bangsa.

“Hijrah yang paling relevan untuk Indonesia hari ini adalah hijrah dari permusuhan menuju persaudaraan, dari fitnah menuju tabayun, dari ujaran kebencian menuju dialog yang menyejukkan,” tuturnya.

Menurut dia, bangsa Indonesia membutuhkan energi kebersamaan untuk menghadapi berbagai persoalan yang masih membelit masyarakat, mulai dari kemiskinan, pengangguran, kesenjangan sosial, hingga tantangan global yang semakin kompleks.

“Jangan sampai kita habiskan energi untuk saling menjatuhkan. Bangsa ini didirikan dengan semangat gotong royong. Tahun Baru Hijriyah harus menjadi momentum memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah,” katanya.

Habib Syakur juga mengajak generasi muda agar menjadikan tahun baru Islam sebagai titik awal memperbaiki kualitas diri melalui peningkatan ilmu pengetahuan, penguatan moralitas, dan pemanfaatan teknologi untuk hal-hal yang produktif.

“Anak-anak muda harus menjadi pelopor hijrah intelektual dan hijrah moral. Bangun optimisme, jangan mudah terprovokasi, jangan mudah menyebarkan kebencian. Jadilah generasi yang membawa solusi bagi bangsa,” ujarnya.

Di akhir pesannya, Habib Syakur mengajak seluruh umat Islam untuk mengisi malam 1 Muharram dengan doa, muhasabah, serta memperbanyak amal kebajikan sebagai bekal memasuki tahun yang baru.

“Semoga Allah SWT menjadikan tahun 1448 Hijriyah sebagai tahun yang penuh keberkahan, kedamaian, dan kemajuan bagi bangsa Indonesia. Mari kita berhijrah bersama, dari segala bentuk keburukan menuju kemuliaan akhlak dan kebermanfaatan bagi sesama,” pungkasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
2 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru