NGANJUK – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melontarkan ultimatum keras kepada jajaran aparat penegak hukum, termasuk Panglima TNI dan Kapolri, agar memastikan seluruh aparat bekerja untuk kepentingan rakyat dan menegakkan hukum secara adil tanpa keberpihakan.
Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan tidak ingin lagi mendengar adanya aparat negara yang bermain-main dalam penegakan hukum maupun memberikan perlindungan terhadap pihak-pihak tertentu.
“Saya tidak mau dengar lagi, Panglima TNI, Kapolri, ada aparat yang tidak menegakkan hukum, keadilan dan kebenaran. Tidak boleh backing-backing macam-macam,” kata Prabowo.
Prabowo menekankan bahwa seluruh aparat negara, dari tingkat tertinggi hingga paling bawah, harus sepenuhnya mengabdi kepada rakyat, bukan justru melakukan penindasan ataupun melindungi kepentingan tertentu.
“Semua aparat dari yang tertinggi sampai terendah harus mati untuk rakyat, bukan malah menindas rakyat,” ujarnya.
Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya itu juga menyoroti adanya pihak-pihak yang hanya mengejar keuntungan besar dengan cara-cara yang dinilai bertentangan dengan semangat berdirinya Republik Indonesia.
Menurutnya, praktik kolusi maupun penyalahgunaan kekuasaan tidak boleh lagi terjadi karena seluruh kekayaan negara sejatinya merupakan hak rakyat Indonesia.
“Bukan pemimpin, bukan pejabat, bukan mereka yang dipilih malah berkolusi untuk menghilangkan hak rakyat atas kekayaan seluruh Indonesia. Ini perjuangan kita bersama,” tegasnya.
Prabowo mengatakan dirinya saat ini bertekad menegakkan Undang-Undang Dasar dan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi utama pemerintahan, termasuk memastikan kekayaan negara digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat.
“Negara kita kaya, harus kita amankan kekayaan tersebut untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” ucapnya.
Presiden pun menyatakan optimistis Indonesia akan bangkit apabila seluruh aparat dan pemimpin bekerja dengan keberanian serta keberpihakan penuh kepada rakyat.
“Saya bertekad, saya percaya, dan saya yakin dalam waktu yang tidak terlalu lama kita akan bangkit,” pungkas Prabowo.


