3. Ciptakan Ruangan yang Lebih Aman
Rumah dapat menjadi tempat berlindung sementara dari asap, selama kondisi udara di dalamnya lebih baik daripada di luar. Tutup pintu dan jendela ketika asap masuk ke lingkungan sekitar, serta gunakan pendingin ruangan dengan mode sirkulasi ulang jika tersedia.
Pembersih udara portabel dengan filter HEPA juga dapat membantu mengurangi partikel halus di dalam ruangan. Hindari menambah sumber polusi di dalam rumah, seperti merokok, membakar sampah, atau menyalakan dupa dan lilin.
Jika udara di dalam rumah tetap dipenuhi asap, pertimbangkan mencari tempat perlindungan dengan kualitas udara yang lebih baik.
4. Jaga Kebutuhan Cairan dan Istirahat
Mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air secara teratur membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi. Istirahat yang cukup juga mendukung kondisi tubuh selama menghadapi situasi yang tidak nyaman.
Namun, penting dipahami bahwa minum air putih bukan cara untuk menetralisasi atau mengeluarkan partikel asap yang telah terhirup. Perlindungan paling penting tetap mengurangi paparan dan menjaga kualitas udara yang dihirup.
Bagi masyarakat yang mengalami iritasi mata, hindari menggosok mata dan bilas dengan air bersih jika diperlukan.
5. Beri Perhatian Lebih kepada Kelompok Rentan
Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan asma, penyakit paru kronis, atau penyakit jantung perlu mendapat perhatian khusus saat kualitas udara memburuk.
Anak-anak sebaiknya mengurangi permainan di luar ruangan, sedangkan penderita asma perlu mengikuti rencana pengobatan yang telah diberikan tenaga kesehatan dan memastikan obat yang diresepkan tersedia.
Sekolah, tempat kerja, dan keluarga juga perlu mempertimbangkan penyesuaian kegiatan ketika paparan asap meningkat. Apabila memungkinkan, aktivitas luar ruangan dapat dipindahkan ke dalam ruangan dengan kualitas udara yang lebih baik.
6. Kenali Tanda Bahaya dan Jangan Menunda Pertolongan



