HOLOPIS.COM, JAKARTA – Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan menyampaikan bahwa memang terdapat 6 provinsi yang mengalami kebakaran hutan dan lahan di seluruh Indonesia. Namun yang masih menjadi konsentrasi tim penanggulangan ada dua provinsi, yakni Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.
“Per tanggal 13 Oktober, penanganan karhutla fokus kami di Kalimantan Tengah maupun Sumatera Selatan, di mana kondisi Karhutla di dua provinsi ini masih mengalami kebakaran berat,” kata Barton saat jumpa pers di kantor Kemenko Polkam RI, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).
Ia mengatakan bahwa meskipun 4 (empat) provinsi lainnya juga terjadi kebakaran hutan, namun intensitasnya masih dianggap lebih kondusif dan mudah ditangani.
“4 provinsi lain sudah lebih membaik, kebakaran lebih mudah dipadamkan,” ujarnya.
Data yang disajikan dalam konferensi pers tersebut, untuk di Kalimantan Tengah (Kalteng) masih terdapat 7,80 hektare lahan gambut yang mengalami kebakaran dan terdapat hotspot. Dan untuk lokasi itu, yang sedang mendapatkan perhatian khusus adalah Taman Nasional Tanjung Puting yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan dengan luasan 513,89 hektare.
Kemudian untuk kawasan Sumatera Selatan (Sumsel), luas lahan yang masih terus dilakukan upaya pemadaman ada 49,58 hektare. Sementara untuk Kalimantan Selatan (Kalsel) masih 10,20 hektare.
Selanjutnya untuk Provinsi Jambi, sisa lahan yang harus dipadamkan ada 74,50 hektare. Kemudian untuk Provinsi Kalimantan Barat ada 8,34 hektare. Sementara di Provinsi Riau, jumlah total lahan terbakar saat ini sudah tuntas.
“Di Riau saat ini tidak ditemukan lagi titik api. Sudah tidak ada lagi yang dilaporkan kepada kami ada titik api dan lahan terbakar,” jelasnya.
Untuk itu, data yang dapat disajikan kepada masyarakat pada kesempatan konferensi pers hari ini adalah, total lahan yang harus dipadamkan ada 663,61 hektare.
“Jadi per hari kemarin, ada 663,61 hektare lahan hektare lahan gambut yang saat ini masih terbakar,” tandas Barton.
80 Persen Progres Pemadaman Api
Lebih lanjut, Barton juga menyampaikan bahwa setidaknya sudah 80% lahan yang terbakar berhasil dipadamkan. Hal ini karena berkat pengerahan jumlah personel yang cukup, serta peralatan yang memadai.
“Bahwa lebih dari 80% dari hasil yang kami dapatkan, bahwa hasil laporan dari masing-masing provinsi untuk kekuatan personel dan peralatan yang saat ini tergelar masih cukup memadai, dengan hasil capaian pemadaman lahan terbakar yang baru setiap hari rata-rata di atas 80% dari lahan terbakar,” tuturnya.



