Berdasarkan data yang disampaikan IDAI, sekitar 5 persen anak yang terinfeksi influenza membutuhkan perawatan di rumah sakit. Dari kelompok tersebut, 80 persen merupakan anak berusia di bawah 2 tahun dan sekitar 50 persen berusia kurang dari 6 bulan.
Anak berusia di bawah 5 tahun juga disebut memiliki risiko morbiditas lebih tinggi, terutama mereka yang berada di tempat penitipan anak, memiliki gangguan neurologis atau tumbuh kembang, tinggal di fasilitas perawatan jangka panjang maupun berada di lingkungan dengan kepadatan penduduk tinggi.
Jangan Bawa Anak Sakit ke Sekolah
Prof Anggraini mengingatkan bahwa penularan influenza bisa terjadi bahkan sebelum gejala terlihat.
“Anak dapat menularkan virus influenza sejak 24 jam sebelum gejala muncul hingga 10 hari setelahnya. Oleh karena itu, anak yang sakit harus diisolasi di rumah, tidak boleh dibawa ke sekolah atau tempat bermain sampai benar-benar pulih. Etika batuk, cuci tangan rutin, rajin minum air putih untuk mengurangi dehidrasi, dan penggunaan masker tetap menjadi langkah pencegahan non-farmakologis yang sangat efektif,” tambah Prof Anggraini.
Dengan aktivitas influenza yang masih dipantau di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, orang tua disarankan memperhatikan kondisi anak ketika muncul gejala influenza dan mencari pertolongan medis bila kondisinya memburuk atau anak memiliki faktor risiko komplikasi.




