TBC Indonesia Ditargetkan Terus Turun, Ini Upaya Pemerintah

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah memprediksi jumlah kasus tuberkulosis (TBC) di Indonesia kembali turun pada 2026. Angka estimasi yang sebelumnya sekitar 1,09 juta kasus pada 2025 disebut bisa ditekan menjadi sekitar 1,08 juta kasus tahun ini.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan penurunan tersebut tak lepas dari upaya pemerintah memperluas deteksi dini, mempercepat pengobatan hingga melibatkan desa dan kelurahan dalam penanganan TBC.

Dante mengatakan tren penurunan mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2024, estimasi kasus TBC berada di sekitar 1.092.000 kasus. Angka itu kemudian turun menjadi sekitar 1.090.000 kasus pada 2025, dan diperkirakan kembali turun menjadi 1.080.000 kasus pada 2026.

“Dalam waktu satu tahun, kita turunkan estimasi tuberkulosis yang diidentifikasi oleh WHO, jadi tadinya 1.090.000 menjadi 1.080.000,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (30/9/2026).

Namun, angka tersebut merupakan estimasi beban TBC, bukan sekadar jumlah kasus yang terlaporkan. WHO sendiri masih menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan beban TBC tertinggi di dunia.

CKG Jadi Alat Deteksi

Salah satu cara pemerintah mengejar penurunan kasus adalah memperluas skrining melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Dari hasil skrining terhadap 20,6 juta orang melalui puskesmas, sekolah, pesantren dan fasilitas lainnya, ditemukan sekitar 360,7 ribu orang yang memiliki tanda dan gejala TBC.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 26,8 ribu orang dinyatakan positif TBC baru.

Skrining menjadi penting karena masih ada kasus TBC yang belum terdeteksi. WHO mencatat Indonesia masih menghadapi persoalan underdiagnosis dan underreporting, meski sistem surveilans nasional menunjukkan perbaikan.

Dengan menemukan kasus lebih cepat, pasien bisa segera mendapatkan pengobatan dan risiko penularan di masyarakat dapat ditekan.

Pemerintah juga mengubah pendekatan pengobatan TBC, terutama untuk memperpendek durasi terapi.

Dante mengatakan sebelumnya pengobatan TBC bisa berlangsung sekitar 9 hingga 20 bulan. Sejak 2024, pemerintah telah menggunakan regimen tertentu sehingga durasi pengobatan dapat dipersingkat menjadi sekitar 6 bulan.

Tak berhenti di situ, Kementerian Kesehatan bersama TB Alliance kini mengembangkan regimen baru yang ditujukan untuk memperpendek durasi pengobatan menjadi satu bulan.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU