Dewi Kartika: RUU Reforma Agraria Jadi Momentum Bersejarah, Tinggal Satu Langkah Menuju UU

2 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika menyambut perkembangan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengaturan Reforma Agraria yang telah disepakati DPR RI bersama pemerintah untuk dibawa ke Rapat Paripurna.

Dewi menyebut perkembangan tersebut sebagai momentum bersejarah setelah perjuangan panjang untuk menghadirkan landasan hukum khusus mengenai reforma agraria.

Pernyataan itu disampaikan Dewi pada Senin (21/9/2026), setelah Badan Legislasi (Baleg) DPR RI bersama pemerintah menyelesaikan pembahasan tingkat I RUU Pengaturan Reforma Agraria dan menyepakatinya untuk dilanjutkan ke pembicaraan tingkat II dalam Rapat Paripurna.

“Bismillah, setelah penantian panjang, bertubi kekecewaan dan kemarahan terhadap tembok tebal kekuasaan dan korporasi, ini hari yang bersejarah, Reforma Agraria yang seringkali dianggap tabu dan berat kini telah diatur dan dimandatkan oleh Undang-Undang,” kata Dewi.

Menurut Dewi, perjalanan menuju lahirnya regulasi khusus reforma agraria telah melibatkan perjuangan panjang dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk serikat petani dan pejuang masyarakat adat.

Ia mengaku hadir bersama 129 perwakilan serikat petani dan pejuang masyarakat adat untuk menyaksikan proses pembahasan RUU tersebut di DPR RI.

“Bersama 129 orang mewakili serikat-serikat petani dan pejuang Masyarakat Adat kami memasuki Ruang Sidang Paripurna DPR RI untuk menyaksikan pengesahan RUU Pengaturan Reforma Agraria. Saya saksikan juga jaringan CSO lainnya hadir,” ujarnya.

Dewi mengaku merasakan berbagai emosi dalam momentum tersebut. Menurutnya, seluruh upaya telah dilakukan hingga tahapan terakhir untuk mengawal agenda reforma agraria.

“Gemetar hati, campur aduk perasaan. Yang pasti usaha maksimal sudah dilakukan sampai detik terakhir di hari ini,” katanya.

Kenang Para Pejuang Reforma Agraria

Konsorsium Reforma Agraria Holopis
Konsorsium Reforma Agraria (KPA) saat berada di kawasan Komplek Parlemen Senayan, Jakarta Pusat. [Foto : HOLOPIS.COM/Istimewa]

Dalam pernyataannya, Dewi juga mengenang sejumlah tokoh dan pejuang reforma agraria yang telah memperjuangkan agenda tersebut selama bertahun-tahun.

Ia menyebut nama Gunawan Wiradi, Sediono Tjondro Negoro, Maria Roewiastuti, Gandhi, Suhdin, Mukti Mukti, Kokom, Indra Pelani, hingga Ahmad Adam.

“Hormat untuk Bapak Gunawan Wiradi, Pak Sediono Tjondro Negoro, Ibu Maria Roewiastuti, Mbah Gandhi, Pak Suhdin, Kang Mukti Mukti, Ibu Kokom, Indra Pelani, Ahmad Adam dan semua Pejuang Reforma Agraria Sejati,” tutur Dewi.

Dewi mengatakan, sejumlah pimpinan serikat tani dan pejuang reforma agraria lainnya telah meninggal dunia sebelum menyaksikan perkembangan perjuangan tersebut sampai pada tahap sekarang.

2 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU