HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kementerian Pariwisata secara resmi membuka gelaran Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) Culinary Festival 2026 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Festival kuliner berskala nasional ini dirancang sebagai wadah inklusif bagi para pelaku usaha makanan dan minuman untuk mengenalkan kekayaan rasa Nusantara ke masyarakat luas.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyatakan bahwa festival ini bukan sekadar ajang makan-makan, melainkan ruang promosi dan perluasan akses pasar bagi para pelaku usaha kuliner.
“Kehadiran Culinary Festival juga sekaligus menjadi ruang promosi dan akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku usaha makanan dan minuman,” ujar Menpar Widiyanti saat membuka acara.
Perhelatan WIG Culinary Festival 2026 ini terbilang unik karena berlangsung secara serentak di 34 pusat perbelanjaan yang tersebar di 17 kota di Indonesia sejak 7 Oktober hingga 1 November 2026.
Masyarakat di berbagai daerah, mulai dari Jakarta, Bandung, Surakarta, Yogyakarta, hingga Palembang dan Bali, dapat menikmati sajian khas Nusantara secara bersamaan di mal-mal terdekat.
Acara tahun ini juga menandai transformasi besar program yang sebelumnya dikenal sebagai Wonderful Indonesia Gourmet pada 2025 menjadi gerakan gastronomi yang lebih luas dan inklusif.
Pengembangan festival turut melibatkan seluruh rantai pasok kuliner Indonesia, mulai dari petani lokal, produsen pangan artisan, pengusaha kuliner, hingga koki profesional.
Penguatan sektor kuliner ini didorong oleh kontribusi besarnya terhadap ekonomi nasional, di mana sektor penyedia makan dan minum menyumbang Rp503,5 triliun pada tahun 2025.
“Visi kami adalah memperluas pengenalan terhadap destinasi, produk, dan talenta kuliner Indonesia, mendorong transaksi bagi pelaku usaha, serta mengembangkan kekayaan lokal menjadi pengalaman wisata yang bermakna,” kata Menpar.
Menariknya, khusus penyelenggaraan di Mal Kota Kasablanka, Kementerian Pariwisata berkolaborasi dengan desainer Anne Avantie untuk mempromosikan aneka kuliner khas Semarang seperti lumpia, tahu petis, hingga es gempol pleret.
Menpar menambahkan bahwa kolaborasi kreatif ini membuktikan promosi pariwisata dan budaya lokal dapat hadir secara natural di dalam pusat perbelanjaan yang menjadi pusat aktivitas harian masyarakat.
Keberhasilan acara ini didukung penuh oleh Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) yang menilai mall kini telah bergeser fungsi menjadi ruang koneksi sosial masyarakat.



