HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Perdagangan Budi Santoso (Mendag Busan) menegaskan komitmen Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk menjaga stabilitas pasar dalam negeri sekaligus memperluas akses ekspor produk Indonesia, khususnya yang dihasilkan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Menurut Mendag Busan, pertumbuhan ekonomi yang inklusif hanya dapat tercapai jika UMKM memiliki daya saing tinggi dan mampu bersaing di pasar global.
“Pertumbuhan ekonomi yang inklusif hanya bisa dicapai bila pelaku UMKM memiliki daya saing kuat. Kami ingin pelaku ekspor tidak hanya perusahaan besar, tapi juga UMKM,” ujar Mendag Busan seperti yang dikutip Holopis.com dalam Siaran Pers, di Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Ia menjelaskan, penguatan daya saing UMKM dilakukan melalui tiga pilar utama kebijakan Kemendag, yakni pengamanan pasar dalam negeri, perluasan akses pasar ekspor, dan program UMKM Berani Inovasi Siap Adaptasi (BISA) Ekspor. Ketiga kebijakan tersebut berfokus memastikan produk Indonesia mampu bersaing di dalam negeri maupun di mancanegara.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Kemendag juga mendorong kemitraan antara UMKM dan ritel modern agar produk dalam negeri semakin mudah dijangkau masyarakat.
“Jika produk UMKM dapat diterima di ritel modern, itu berarti standarnya sudah setara dengan produk ekspor. Saat ini hampir 80 persen produk yang dijual di ritel modern merupakan produk UMKM,” kata Mendag Busan.
Ia menambahkan, kunci utama UMKM untuk menembus pasar ekspor adalah inovasi dan kemampuan beradaptasi. Pelaku usaha perlu menyiapkan seluruh aspek mulai dari kualitas produk hingga tata kelola manajemen agar sesuai dengan standar ekspor.
Pemerintah melalui perwakilan perdagangan di 33 negara juga siap membantu mempertemukan pelaku UMKM dengan pembeli potensial dan membuka akses ke pasar strategis dunia.
Hingga Oktober 2025, program UMKM BISA Ekspor telah memfasilitasi 1.049 pelaku UMKM dengan nilai transaksi mencapai USD 130,17 juta, di mana 70 persen di antaranya merupakan pelaku usaha yang baru pertama kali menembus pasar ekspor.
“Buyer luar negeri percaya terhadap produk UMKM Indonesia karena didampingi oleh pemerintah melalui perwakilan perdagangan di 33 negara. Pendampingan ini menjadi faktor penting meningkatnya kepercayaan pasar internasional terhadap produk lokal,” jelas Mendag Busan.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...