HOLOPIS.COM, TANGERANG – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyiapkan 168 nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dalam penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas peluang ekspor Indonesia sekaligus mempertemukan eksportir nasional dengan pembeli potensial dari berbagai negara.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, TEI 2026 menargetkan nilai transaksi sebesar US$17,5 miliar dengan melibatkan 1.873 eksportir dan sekitar 30.000 pengunjung.
Target tersebut diharapkan dapat mendorong aktivitas perdagangan internasional serta membuka lebih banyak peluang kerja sama bisnis bagi pelaku usaha Indonesia.
“Pada pelaksanaan TEI kali ini, kami menargetkan transaksi sebesar US$17,5 miliar dari 1.873 eksportir dan 30.000 pengunjung,” kata Budi saat pembukaan TEI 2026.
Pameran perdagangan internasional yang diselenggarakan Kemendag ini berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten.
Mengusung tema The Ultimate Hub for Global Sourcing, TEI menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan sekaligus menjajaki kemitraan dengan pasar global.
Penjajakan Buyer Dilakukan Sejak Awal
Budi menjelaskan, peluang terwujudnya kesepakatan bisnis dalam TEI tidak terlepas dari proses penjajakan yang dilakukan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri.
Upaya tersebut telah berjalan sejak tahap awal persiapan pameran untuk mempertemukan eksportir dengan calon pembeli yang berpotensi menjalin kerja sama.
Dua unsur yang terlibat dalam proses tersebut adalah Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdagangan (Atdag).
Keduanya berperan menjembatani komunikasi antara pelaku usaha Indonesia dan calon mitra bisnis di negara tujuan ekspor.
“MoU ini dapat terjadi karena sejak dari awal pelaksanaan TEI para ITPC [Indonesia Trade Promotion Center] dan Atdag [Atase Perdagangan] di luar negeri terus melakukan penjajakan dengan buyer potensial,” ujar Budi.
Kemendag Catat 25 Perjanjian Dagang Terimplementasi
Selain menyiapkan kesepakatan bisnis melalui TEI, Budi mengungkapkan perkembangan perjanjian perdagangan internasional yang telah dijalankan pemerintah.
Hingga saat ini, sebanyak 25 perjanjian dagang telah terimplementasi, sementara 13 perjanjian lainnya masih dalam proses perundingan.
“Hingga saat ini total perjanjian dagang yang sudah terimplementasi sebanyak 25 perjanjian dan sebanyak 13 perjanjian saat ini sedang dalam proses perundingan. Ini adalah bagian dari dua tahun gerak nyata transformasi bangsa yang dilakukan pemerintahan yang dipimpin oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto,” ungkapnya.



