HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah menyiapkan program baru untuk membantu produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar makin dikenal pasar. Sekitar 500 UMKM akan disiapkan mendapat fasilitas branding untuk memperkuat tampilan dan identitas produknya.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, program tersebut tidak hanya berkaitan dengan merek, tetapi juga bagaimana produk UMKM bisa tampil lebih menarik dan punya daya saing.
Budi mengatakan, branding menjadi salah satu hal penting bagi pelaku UMKM yang ingin memperluas pasar.
Produk yang punya kualitas bagus, menurutnya, perlu didukung dengan kemasan serta identitas merek yang mampu membuat konsumen lebih mudah mengenalinya.
“Nanti akan ada fasilitas branding, artinya produk Bapak-Ibu itu bagaimana supaya menjadi terkenal,” ujar Budi di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Program ini nantinya diarahkan untuk membantu UMKM memperkuat pengenalan produk di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Diluncurkan di Trade Expo Indonesia
Program fasilitas branding tersebut akan diluncurkan dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41.
TEI ke-41 dijadwalkan berlangsung pada 14-18 Oktober 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten.
Setelah program diluncurkan, Kemendag akan melakukan proses seleksi terhadap UMKM yang akan menerima fasilitas tersebut.
“Setelah Trade Expo nanti akan diseleksi. Seingat saya hampir 500-an, 500 UMKM,” katanya.
Artinya, angka sekitar 500 UMKM tersebut masih menjadi sasaran program dan penerima manfaatnya akan ditentukan melalui proses seleksi setelah peluncuran.
Bantuan pemerintah untuk UMKM tidak berhenti pada urusan branding.
Budi mengatakan, Kemendag juga mendorong pendampingan dalam sejumlah aspek lain, mulai dari standardisasi, kemasan, kualitas hingga akses pasar.
Langkah tersebut diharapkan bisa membantu produk UMKM tidak hanya lebih menarik di mata konsumen, tetapi juga lebih siap bersaing di pasar yang lebih luas.



