Lima Jurnalis Hilang di Anak Krakatau : Dwi Pambudo Sebut PFI Tak Tahu Rencana Keberangkatan

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia (PFI) Dwi Pambudo mengatakan keberangkatan lima jurnalis yang hilang kontak saat melakukan peliputan di sekitar erupsi Gunung Anak Krakatau sejak Senin (7/9) tidak diketahui oleh seluruh anggota PFI.

Dwi mengaku tidak mendapat informasi mengenai rencana keberangkatan rombongan tersebut. Ia baru mengetahui keberadaan para jurnalis setelah mereka berada di lokasi.

“Seinfo saya dari grup teman-teman, teman-teman sudah di lokasi. Saya tidak ada kontak sama sekali,” kata Dwi saat ditemui Holopis.com usai doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga kru kapal di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026).

Menurut Dwi, keberangkatan pewarta foto untuk melakukan peliputan umumnya dilakukan secara personal. Para pewarta foto biasanya saling menghubungi untuk mengetahui siapa yang sedang libur atau memiliki waktu untuk ikut dalam peliputan, terutama saat akhir pekan.

“Karena kalau enggak salah itu pas weekend. Kalau teman-teman foto tuh ada yang libur di Sabtu, ada yang libur di Minggu. Jadi ngecek dulu mungkin, ‘Lu libur atau enggak? Lu masuk atau enggak?’, itu doang,” ujarnya.

Dwi menyebut lima jurnalis yang hilang kontak sebelumnya memang beberapa kali melakukan peliputan bersama. Namun, komposisi tim liputan dapat berubah sesuai dengan ketersediaan masing-masing pewarta foto. Kondisi tersebut membuat tidak semua kegiatan peliputan selalu diketahui atau diikuti oleh pewarta foto lainnya.

“Ya, betul. Bareng. Kadang juga ganti-gantian sih. Balik lagi, siapa yang bisa,” katanya.

Terkait keberangkatan rombongan ke kawasan Gunung Anak Krakatau, Dwi mengaku tidak mengetahui apakah ada pewarta foto lain yang sebelumnya diajak untuk ikut. Ia juga mengatakan tidak mendapat informasi atau ajakan untuk bergabung dalam perjalanan tersebut.

Meski tidak mengetahui rencana keberangkatan rombongan, Dwi memiliki pengalaman bekerja bersama salah satu jurnalis yang hilang, yakni Arie Basuki atau akrab disapa Arbas. Ia mengatakan komunikasi terakhir dengan Arbas terjadi sekitar 10 tahun lalu ketika keduanya terlibat dalam peliputan 100 tahun Krakatau.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen yang membuat Dwi mengenal Arbas dalam kegiatan jurnalistik. Menurutnya, Arbas merupakan pewarta foto yang cukup fleksibel dalam meliput berbagai peristiwa besar, termasuk bencana, demonstrasi, dan momentum lainnya.

“Bencana itu kan suatu peristiwa besar, enggak hanya bencana aja. Peristiwa besar kayak demo pun, momen-momen besar, beliau instingnya lebih kuat melihat peluang-peluang angle yang bagus buat diberitakan di nasional dan internasional,” ujarnya.

Sementara itu, pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal masih dilakukan tim SAR gabungan. Dwi mengatakan penyisiran dilakukan melalui jalur laut dan udara di wilayah Selat Sunda. Upaya pencarian juga terus diperkuat dengan penambahan alat dan fasilitas dari pemerintah.

“Pencarian speedboat yang hilang kontak, tim SAR gabungan saat ini hasilnya sampai Selat Sunda, dari laut dan udara,” kata Dwi.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Vhina Noviyanti
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Muhammad Ibnu Idris
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU