KWP Minta Nelayan Laporkan Temuan Terkait 8 Orang yang Hilang di Selat Sunda

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) meminta masyarakat, terutama nelayan, melaporkan setiap temuan yang berpotensi menjadi petunjuk keberadaan lima jurnalis dan tiga kru kapal Arupadhatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9). Permintaan tersebut disampaikan setelah operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap delapan orang itu dihentikan pada Kamis (17/9).

Ketua KWP Ariawan mengatakan informasi dari masyarakat dapat membantu memberikan perkembangan terkait keberadaan delapan orang tersebut. Menurutnya, nelayan yang beraktivitas di sekitar perairan Selat Sunda memiliki peluang menemukan benda atau informasi yang berkaitan dengan pencarian.

“Kami menghimbau kepada masyarakat, terutama para nelayan, ketika mendapatkan atau menemukan sesuatu yang kira-kira bisa menjadi petunjuk, kami juga minta untuk diinformasikan kepada teman-teman wartawan di mana pun,” kata Ariawan kepada Holopis.com saat doa bersama di depan Gedung Kura-kura DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (18/9).

Menurut Ariawan, jaringan wartawan yang berada di berbagai daerah dapat membantu meneruskan informasi apabila masyarakat menemukan sesuatu yang berkaitan dengan pencarian. Informasi tersebut nantinya dapat disampaikan kepada pihak atau jaringan yang memiliki keterkaitan dengan pencarian.

“Karena di hampir di semua titik itu ada teman-teman wartawan, jurnalis, sehingga ketika nelayan menemukan sesuatu, kami juga minta untuk diinformasikan,” ujarnya.

Selain mengandalkan informasi dari masyarakat, KWP juga akan membangun komunikasi dengan organisasi wartawan dan komunitas lainnya. Komunikasi tersebut dilakukan untuk membahas langkah yang dapat dilakukan setelah operasi SAR resmi dihentikan.

“Kami akan membangun komunikasi bersama dengan organisasi-organisasi wartawan yang lain dan komunitas-komunitas yang lain untuk berupaya melakukan komunikasi gimana caranya biar kita masih tetap melakukan pencarian,” kata Ariawan.

Sebelumnya diberitakan, lima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari LKBN Antara, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, dan Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas. Mereka berangkat menggunakan kapal Arupadhatu I dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, sekitar pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda pada Senin (7/9).

Komunikasi dengan rombongan kemudian dilaporkan terputus sekitar pukul 14.42 hingga 15.04 WIB. Sejak saat itu, tim SAR gabungan melakukan pencarian di sejumlah wilayah perairan untuk menemukan kapal beserta seluruh penumpangnya.

Selama pencarian, tim SAR gabungan menemukan 13 benda di sejumlah lokasi yang diduga berkaitan dengan pencarian Arupadhatu I. Setelah diperiksa, seluruh benda tersebut dipastikan tidak berkaitan dengan kapal maupun lima jurnalis dan tiga kru yang hilang.

Hingga operasi dihentikan, tim SAR belum menemukan tanda-tanda yang memastikan keberadaan Arupadhatu I maupun delapan orang yang berada di dalam kapal. Penghentian operasi tersebut tidak menutup kemungkinan pencarian kembali apabila muncul informasi atau temuan baru.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Vhina Noviyanti
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Vhina Noviyanti, Muhammad Ibnu Idris

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU