Dwi mengapresiasi upaya tim SAR gabungan dalam melakukan pencarian. Namun, proses tersebut masih menghadapi kendala akibat faktor cuaca di lapangan. Pemerintah juga disebut berencana menambah alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk mendukung pencarian secara visual.
Di tengah proses pencarian, PFI turut melakukan pendampingan terhadap keluarga para jurnalis yang masih menunggu kepastian mengenai keberadaan mereka. Pendampingan tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas organisasi terhadap sesama pewarta foto dan keluarga yang terdampak.
“Update dari kami PFI ya melakukan pendampingan kepada keluarga,” katanya.
Dwi berharap proses pencarian segera menemukan titik terang. Ia juga berharap lima jurnalis dan tiga kru kapal tersebut dapat ditemukan dalam kondisi selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga.
“Harapannya, doa ini buat keluarga juga, untuk menguatkan. Harapannya bisa ditemukan sehat kembali dan kembali bersama keluarga,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, lima jurnalis dan tiga kru kapal dilaporkan hilang kontak saat melakukan perjalanan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Banten, pada Senin (7/9). Kelima jurnalis tersebut yakni ;
- M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA,
- Arie Basuki dari Merdeka.com,
- Yudistiro Pranoto dari iNews,
- Firman Daus dari Anadolu Agency, dan
- Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.
Sementara tiga kru kapal terdiri dari Warta sebagai kapten kapal, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto sebagai pemandu.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...