JAKARTA, HOLOPIS.COM – Kasus keracunan MBG kembali berulang di sejumlah daerah. KPAI mendesak pemerintah segera mengevaluasi sistem agar keselamatan anak tak terancam.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan.
Bukan soal menu atau jumlah makanan yang dibagikan, melainkan rangkaian dugaan kasus keracunan yang terus bermunculan di sejumlah daerah.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pun melontarkan peringatan keras kepada pemerintah.
KPAI meminta pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh dan membenahi tata kelola MBG.
Desakan ini disampaikan menyusul berulangnya insiden dugaan keracunan pangan yang berdampak pada anak-anak, pelajar, santri, guru, hingga penerima manfaat lainnya.
Wakil Ketua KPAI Jasra Putra menilai situasi tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai persoalan teknis di dapur, kualitas makanan, atau sekadar masalah distribusi.
Menurutnya, ketika insiden serupa terus terjadi, pemerintah perlu melihat persoalan MBG secara lebih luas, terutama menyangkut keselamatan anak dan efektivitas sistem pengawasan.
“Ketika kejadian terus berulang, pertanyaannya bukan hanya siapa yang salah, tetapi mengapa sistem belum mampu mencegah kejadian yang sama terulang kembali,” kata Jasra kepada wartawan, Jumat, 11 September 2026.
Salah satu kasus yang menjadi sorotan terjadi di Sidoarjo.
Sedikitnya 512 santri dilaporkan terdampak dugaan keracunan setelah menerima makanan dari program MBG.
SPPG yang berkaitan dengan kejadian tersebut kemudian dikenai penghentian sementara.
Badan Gizi Nasional (BGN) juga mengakui adanya kelalaian dalam pengaturan waktu produksi dan konsumsi makanan.




