HOLOPIS.COM, JAKARTA – Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyerukan umat Islam untuk melaksanakan salat istisqa, memperbanyak istigfar, dan melakukan muhasabah menyikapi kemarau panjang serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia.
Seruan tersebut tertuang dalam Maklumat Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.1/E/2026 tentang Seruan Pelaksanaan Salat Istisqa, Muhasabah, dan Ikhtiar Bersama Menghadapi Kemarau Panjang serta Kebakaran Hutan dan Lahan, yang ditetapkan di Yogyakarta pada 20 Oktober 2026.
Dalam maklumat tersebut, Muhammadiyah menyampaikan keprihatinan atas kondisi masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari maupun pertanian akibat hujan yang lama tidak turun.
Di sisi lain, kebakaran hutan dan lahan menimbulkan asap yang mengganggu kesehatan, kegiatan pendidikan, perekonomian masyarakat, serta kelestarian alam.
“Sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan, Majelis Tarjih dan Tajdid menyampaikan maklumat ini sebagai seruan untuk kembali kepada Allah melalui doa, istigfar, dan salat istisqa, disertai muhasabah dan ikhtiar nyata sesuai kapasitas masing-masing,” demikian bunyi maklumat tersebut yang ditandatangani oleh Prof. Ustadi Hamsah, Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan dikutip Holopis.com, Rabu (21/10/2026).
Muhammadiyah menyerukan warga, terutama yang tinggal di daerah terdampak kekeringan dan karhutla, untuk menyelenggarakan salat istisqa berjamaah di tanah lapang sesuai tuntunan yang telah ditetapkan.
Bagi masyarakat yang belum dapat melaksanakan salat istisqa di tanah lapang, permohonan hujan dapat dilakukan melalui doa dalam khutbah Jumat, doa bersama di masjid, maupun doa secara perorangan.
Warga di daerah yang telah mendapatkan hujan juga dianjurkan mendoakan masyarakat di wilayah yang masih mengalami kekeringan dan terdampak asap.
Muhammadiyah Tekankan Muhasabah dan Perlindungan Lingkungan
Selain mengajak umat berdoa, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menekankan pentingnya muhasabah atas berbagai persoalan lingkungan yang terjadi.
Dalam maklumatnya, Muhammadiyah mengutip Surah Ar-Rum ayat 41 yang menjelaskan bahwa kerusakan di darat dan laut berkaitan dengan perbuatan manusia.
Ayat tersebut menjadi pengingat agar manusia mengevaluasi perilakunya terhadap alam sekaligus memperkuat tanggung jawab menjaga lingkungan.
Muhammadiyah juga mengajak umat Islam memperbanyak istigfar, bertobat dengan sungguh-sungguh, meninggalkan perbuatan maksiat, menyelesaikan hak dan kewajiban terhadap sesama, serta memperbanyak sedekah, khususnya untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...