Chanee Kalaweit Kasih Ide Strategis Cegah Api Karhutla Meluas, Pakai Teknik Sekat Bakar

1 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pendiri Yayasan Kalaweit, Chanee Kalaweit, mengungkapkan strategi sekat bakar sebagai salah satu pendekatan untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama ketika kobaran api sudah terlalu besar dan sulit dipadamkan secara langsung.

Menurut Chanee, dalam kondisi tertentu, upaya pemadaman secara terus-menerus justru dapat menguras tenaga tanpa memberikan hasil maksimal. Situasi tersebut kerap terjadi pada kebakaran di lahan gambut yang apinya dapat kembali menyala meskipun telah berulang kali dipadamkan.

Ia menjelaskan, ketika petugas sudah tidak mampu mengendalikan api secara langsung, langkah yang dapat dipertimbangkan adalah membangun sekat bakar untuk membatasi penyebaran kebakaran ke kawasan hutan yang lebih luas.

“Sekarang kita bikin sekat bakar dan kita tunggu hanya di sekat bakar agar memperhatikan api tidak makan lebih banyak hutan,” ujar Chanee saat menjelaskan pengalaman penanganan kebakaran dalam video yang dilihat Holopis.com, Rabu (21/10/2026).

Ia menuturkan, pendekatan tersebut bukan berarti membiarkan kebakaran tanpa penanganan. Tujuannya adalah mencegah api menjalar ke wilayah lain ketika pemadaman langsung sudah tidak efektif, sembari mencari peluang untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

Chanee menilai, strategi menghadapi karhutla harus disesuaikan dengan karakteristik setiap wilayah. Kondisi hutan gambut berbeda dengan hutan mineral, begitu pula kawasan dengan tingkat jarak pandang, angin, dan karakter lingkungan yang berbeda.

Karena itu, menurutnya, tidak semua kebakaran dapat ditangani menggunakan metode yang sama. Petugas membutuhkan strategi khusus berdasarkan kondisi lapangan agar tenaga dan sumber daya yang tersedia dapat digunakan secara efektif.

“Dalam jangka pendek jangan lawan asap, coba matikan, cuma pastikan dia tidak meluas, baru dengan pelan-pelan dia juga akan mati sendiri,” tuturnya.

Untuk saat ini, memadamkan api atas kebakaran hutan dan lahan memang bukan persoalan mudah. Banyak faktor yang mempengaruhi, selain karena dianggap telat dalam melakukan pencegahan, api yang sudah terlalu besar menjadi problem yang paling besar.

“Kalau kita bahas sekarang, saya rasa negara manapun tidak akan bisa menyelesaikan permasalahan (karhutla) sebelum musim hujan datang, negara manapun. Orang yang berani mengatakan sebaliknya pasti tidak begitu paham skala api yang kita bahas dan gambut,” tuturnya.

Chanee juga mengingatkan bahwa kebakaran khususnya di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri karena api dapat kembali menyala. Dalam situasi seperti itu, pembatasan perambatan api menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum upaya pemadaman dilanjutkan.

“Banyak kasus di mana teman-teman banyak buang tenaga coba padamin, padamin terus, sedangkan enggak mampu karena gambut nyala lagi, nyala lagi. Sedangkan usaha pertama adalah mungkin tidak usah melawan apinya, cuman membuat sekat dan memastikan tidak meluas, baru coba lawan apinya,” kata Chanee.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa penanganan darurat saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan karhutla yang berulang setiap musim kemarau. Menurut Chanee, pemerintah perlu mengutamakan restorasi gambut dengan mengembalikan kondisi hidrologis dan vegetasi asli kawasan tersebut, bukan sekadar melakukan pengelolaan lahan.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
1 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU