HOLOPIS.COM, JAKARTA – Jumlah korban tewas akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel di wilayah Iran dilaporkan terus bertambah. Yayasan Martir dan Urusan Veteran Iran mengumumkan bahwa total korban meninggal kini sementara mencapai 1.045 jiwa.
Dalam pernyataan resminya, yayasan tersebut menyebut angka itu berdasarkan data pemakaman yang telah terverifikasi. “Setelah serangan militer, sejumlah personel militer dan warga sipil kehilangan nyawa mereka,” demikian isi pernyataan tersebut dikutip dari WANA, pada Kamis, (5/3/2026).
Organisasi itu juga menegaskan bahwa seluruh jenazah yang tercatat sudah dimakamkan. Namun, proses identifikasi korban dan finalisasi data masih berlangsung.
Pihak yayasan menyampaikan informasi tambahan akan diumumkan jika terdapat perubahan jumlah korban. Dampak serangan juga dirasakan sektor pendidikan. Kementerian Pendidikan Iran merilis rincian terbaru korban di kalangan guru dan siswa, serta kerusakan fasilitas sekolah.
Data yang disampaikan antara lain Kabupaten Minab: 168 orang tewas dan 110 luka-luka; Provinsi Fars: 1 guru tewas dan 5 siswa tewas; Provinsi Ilam: 1 guru tewas dan 2 siswa tewas; Provinsi Azerbaijan Timur: 1 guru dan 2 siswa tewas; Kota Teheran: 3 siswa tewas; 2 siswa luka-luka; dan 2 staf administrasi luka-luka; Abyek, Provinsi Qazvin: 1 siswa tewas; Kabupaten lain di Provinsi Teheran: 1 guru tewas dan 1 siswa tewas.
Selain korban jiwa, sekitar 20 fasilitas pendidikan di berbagai wilayah Iran dilaporkan mengalami kerusakan. Beberapa di antaranya disebut hancur total. Sementara, lainnya mengalami kerusakan struktural yang signifikan.
Pihak kementerian belum merinci jadwal pemulihan fasilitas pendidikan. Namun, kondisi itu dipastikan mengganggu aktivitas belajar-mengajar di sejumlah daerah terdampak.
Adapun korban juga berasal dari kalangan tenaga kesehatan. Kementerian Kesehatan Iran mengonfirmasi bahwa tiga petugas medis tewas akibat serangan rudal terbaru di wilayah Iran.
Ketiga petugas medis diidentifikasi sebagai Robab Dehdeshti, spesialis radiologi di Rumah Sakit Haj Mahmoud Haj Heydar di Lamerd; Ali Abdollahi, ahli operasi di Layanan Medis Darurat Distrik Barat Provinsi Teheran; Dr. Ali Aria, residen ortopedi tahun ketiga di Rumah Sakit Sina.
Menurut keterangan resmi, ketiga tenaga kesehatan tersebut meninggal saat menjalankan tugas profesional mereka dalam sistem pelayanan kesehatan Iran.
Proses Verifikasi Masih Berjalan
Otoritas Iran menekankan bahwa angka korban yang diumumkan saat ini masih bersifat dinamis. Proses identifikasi lanjutan serta pengumpulan data dari berbagai wilayah terus dilakukan untuk memastikan keakuratan statistik.
Lonjakan jumlah korban jiwa ini memperlihatkan dampak luas konflik yang tidak hanya menyasar instalasi militer. Tapi, juga memengaruhi warga sipil, tenaga pendidik, siswa, hingga tenaga medis.
Kondisi keamanan dan kemanusiaan di berbagai wilayah Iran dilaporkan masih dalam pemantauan otoritas setempat.




