Ledakan Amunisi di Dekat Perbatasan Lebanon, Satu Remaja Israel Tewas

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Satu remaja tewas dan belasan orang lainnya terluka akibat ledakan saat rombongan pelajar Israel melakukan perjalanan sekolah di dekat perbatasan Lebanon, Senin.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan, berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, ledakan diduga berasal dari amunisi milik Hizbullah yang belum meledak dan tergeletak di area tersebut. Namun, belum diketahui kapan proyektil itu ditembakkan.

Wakil Komisaris Polisi Israel, Meir Eliyahu, mengatakan dugaan awal menunjukkan bahwa amunisi yang belum meledak itu kemungkinan meledak saat berada di tangan salah satu pelajar.

“Dugaan sementara adalah bahwa amunisi yang belum meledak, dalam bentuk tertentu, meledak di tangan salah satu siswa,” kata Eliyahu, dikutip Holopis.com, Selasa (13/10).

Layanan tanggap darurat Israel, United Hatzalah, melaporkan tiga orang mengalami luka serius, sementara sedikitnya 10 lainnya mengalami luka ringan hingga sedang. Para korban kemudian dievakuasi ke tiga rumah sakit di wilayah tersebut.

Pemerintah Kota Ma’alot-Tarshiha di Israel utara menjelaskan bahwa para siswa dan staf sekolah sedang mengikuti perjalanan tahunan ketika ledakan terjadi. Kementerian Pendidikan Israel menyebut insiden tersebut sebagai peristiwa yang sangat berat dan menyampaikan dukungan kepada para korban beserta keluarga mereka.

Komisaris Polisi Daniel Levy juga menyebut insiden itu sangat serius karena melibatkan anak-anak yang sedang mengikuti kegiatan kunjungan lapangan.

Benjamin Netanyahu Kunjungi Korban

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama Menteri Pendidikan mengunjungi para korban dan keluarga mereka di Rumah Sakit Rambam, Haifa, pada Senin malam.

Dalam kesempatan tersebut, Netanyahu menginstruksikan IDF untuk memperketat kembali larangan menyentuh amunisi yang belum meledak.

Sebelumnya, tak lama setelah ledakan terjadi pada Senin sore, Kepolisian Israel menyampaikan dugaan awal bahwa ledakan berasal dari amunisi yang belum meledak di wilayah perbatasan, dekat desa Yiftah dan Manara. Petugas penjinak bom kemudian dikerahkan untuk menyelidiki penyebab kejadian.

Layanan darurat Magen David Adom (MDA) menyebut insiden tersebut sebagai kejadian yang kompleks. Sejumlah tim dikerahkan ke lokasi, termasuk ambulans, unit perawatan intensif bergerak, dan helikopter medis untuk membantu proses evakuasi korban.

Direktur regional MDA, Itzik Shushan, mengatakan pihaknya segera mengirimkan personel dan peralatan medis dalam jumlah besar untuk menangani para korban.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Darin Brenda Iskarina
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU