Pilot WNI Tak Diizinkan Terbang ke Israel, Pesawat Ethiopian Airlines Putar Balik

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sebuah pesawat kargo Ethiopian Airlines yang terbang dari Addis Ababa, Ethiopia, menuju Tel Aviv, Israel, terpaksa putar balik setelah otoritas Israel menolak penerbangannya. Penolakan itu terjadi karena salah satu pilot pesawat tersebut merupakan warga negara Indonesia (WNI).

Dilansir Holopis.com dari The Times of Israel dan media Israel lainnya pada Rabu (14/10/2026), pesawat tersebut sudah mengudara sekitar satu jam sebelum diperintahkan kembali ke Addis Ababa. Setelah pilot WNI diganti, pesawat kembali terbang dan akhirnya mendarat di Tel Aviv.

Insiden tersebut terjadi pada malam antara Minggu dan Senin. Menurut laporan media Israel, kewarganegaraan pilot WNI itu diketahui setelah informasi awak pesawat diterima oleh otoritas terkait.

Channel 12 melaporkan bahwa informasi tersebut diteruskan kepada badan intelijen dan otoritas bandara Israel. Setelah itu, pejabat keamanan bersama Kementerian Transportasi memutuskan untuk menolak penerbangan tersebut mendarat.

Pesawat kemudian kembali ke Addis Ababa. Ethiopian Airlines mengganti pilot yang bersangkutan sebelum pesawat diberangkatkan kembali menuju Tel Aviv.

Maskapai tersebut menyebut kejadian itu sebagai sebuah kesalahan. Ethiopian Airlines mengaku tidak mengetahui adanya larangan bagi pilot WNI untuk bertugas dalam penerbangan menuju Israel.

Israel Perketat Aturan Awak Pesawat Asing

Penolakan terhadap penerbangan Ethiopian Airlines ini dilaporkan berkaitan dengan pengetatan aturan keamanan penerbangan oleh Israel.

Menurut laporan Channel 12, maskapai asing telah diinstruksikan untuk tidak menugaskan awak pesawat berkewarganegaraan negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dalam penerbangan menuju negara tersebut.

Negara-negara yang disebut masuk dalam daftar pembatasan itu antara lain Indonesia, Afghanistan, Aljazair, Iran, Irak, Kuwait, Niger, Qatar, Arab Saudi, Somalia, dan Venezuela.

Namun, informasi mengenai daftar negara tersebut bersumber dari laporan media Israel. Belum ada keterangan resmi dari seluruh negara yang disebut mengenai penerapan pembatasan tersebut.

Pengetatan keamanan itu dilaporkan dilakukan setelah insiden serius yang melibatkan penerbangan Flydubai dari Dubai menuju Tel Aviv pada 30 September 2026.

Menurut laporan media, seorang kopilot berkewarganegaraan Oman menyerang pilot lain di dalam pesawat dalam upaya mengambil alih kendali penerbangan. Aksi tersebut berhasil digagalkan setelah sejumlah penumpang turun tangan.

Peristiwa itu kemudian memicu perhatian terhadap prosedur pemeriksaan awak pesawat asing yang bertugas dalam penerbangan menuju Israel.

Setelah kejadian tersebut, otoritas Israel dilaporkan memperketat pemeriksaan terhadap awak pesawat dari negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan mereka.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU