Iran Ancam Perluas Perang hingga Eropa, Warga Teheran Ketakutan Menanti Serangan AS

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memunculkan kekhawatiran akan pecahnya perang baru. Di tengah ancaman militer dari Teheran dan persiapan opsi serangan oleh Washington, warga Iran mengaku hidup dalam kecemasan karena khawatir serangan udara kembali terjadi sewaktu-waktu.

Seorang warga Teheran berusia 70 tahun mengatakan kepada CNN bahwa dirinya setiap hari mengantisipasi kemungkinan serangan kembali terjadi.

Ia mengaku telah mengisi seluruh baterai portabel, menyiapkan persediaan air, dan melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi kemungkinan serangan yang dapat dimulai kapan saja.

Seorang ibu dari dua anak juga mengungkapkan kecemasannya setiap kali mengantar anak-anaknya ke sekolah. Ia khawatir melihat keberadaan Garda Revolusi dan pangkalan militer yang masih aktif di sekitar tempat tinggalnya.

Perempuan tersebut mempertanyakan tujuan serangan baru apabila AS belum berhasil mencapai sasaran politiknya melalui perang sebelumnya maupun melalui negosiasi.

Warga Teheran lainnya mengatakan masyarakat semakin yakin bahwa perang akan kembali terjadi. Menurutnya, kemungkinan serangan menjadi pembicaraan sehari-hari dan membuat warga sulit beristirahat dari kecemasan.

Para warga tersebut berbicara kepada CNN dengan syarat identitas mereka dirahasiakan demi memungkinkan mereka menyampaikan kekhawatiran secara terbuka.

Iran Isyaratkan Doktrin Militer Lebih Agresif

Di tengah kekhawatiran masyarakat, Iran juga mengisyaratkan perubahan doktrin militer menjadi lebih ofensif. Pernyataan para pejabatnya menunjukkan bahwa Teheran tidak ingin hanya menunggu serangan lawan dan membuka kemungkinan melakukan serangan pendahuluan.

Pekan lalu, akun media sosial Garda Revolusi Iran melaporkan bahwa negara tersebut menggelar latihan militer di sejumlah wilayah, termasuk peluncuran 30 rudal balistik dalam satu rangkaian.

Iran juga mengancam memperluas sasaran apabila perang kembali pecah. Ancaman tersebut mencakup kemungkinan serangan terhadap infrastruktur strategis di luar kawasan Timur Tengah.

Eropa Berpotensi Terseret Konflik

Farzin Nadimi, peneliti senior di lembaga kajian The Washington Institute yang berfokus pada kebijakan luar negeri AS di kawasan, menilai Iran berpotensi mempertimbangkan sasaran di Eropa jika memutuskan menguji kemampuan rudal jarak jauhnya.

Sasaran potensial tersebut dapat mencakup pasukan AS yang ditempatkan di pangkalan udara di Inggris atau pusat logistik militer di Ramstein, Jerman. Ramstein merupakan instalasi militer AS terbesar di luar wilayah Amerika Serikat.

Meski demikian, Nadimi menilai kemungkinan serangan terhadap Eropa baru akan dipertimbangkan jika konflik meningkat hingga tingkat eskalasi yang sangat tinggi.

Sementara itu, AS dilaporkan telah memindahkan seluruh pesawat pengebom jarak jauh yang ditempatkan di Inggris kembali ke pangkalan asalnya di Amerika pada awal bulan ini. Pemindahan tersebut dilakukan setelah muncul ancaman baru yang tidak dijelaskan secara terperinci oleh para pejabat.

Beberapa hari sebelum pemindahan itu, pemerintah Inggris menangkap sejumlah orang terkait dugaan rencana Iran untuk menargetkan pangkalan udara yang sebelumnya menjadi tempat penempatan pesawat pengebom AS.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Darin Brenda Iskarina
Tim Penulis & Editor
Darin Brenda Iskarina
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU