HOLOPIS.COM, JAKARTA – Militer Iran menegaskan bahwa kapal yang hendak melintasi Selat Hormuz harus berkoordinasi dengan angkatan bersenjata negara tersebut. Menurut pejabat militer Iran, pembatasan pelayaran di jalur strategis itu masih berlangsung dan berdampak pada distribusi minyak internasional.
Wakil Kepala Bidang Koordinasi Angkatan Bersenjata Iran, Laksamana Muda Habibollah Sayyari, menyampaikan pernyataan tersebut kepada wartawan pada Kamis, di sela upacara penghargaan bagi perawat kesehatan militer.
Sayyari mengatakan, militer Iran masih mengawasi aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa kapal yang hendak melewati jalur tersebut harus berkoordinasi dengan pihak militer Iran.
Menurut dia, kapal yang tidak melakukan koordinasi berpotensi menghadapi tindakan dari militer.
Jika koordinasi tidak dilakukan, maka militer dapat mengambil tindakan seperti yang diberitakan, ungkap Sayyari.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Iran masih menerapkan aturan pelayaran yang diklaim sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan di kawasan tersebut.
Militer Iran Awasi Dua Sisi Selat Hormuz
Sayyari menjelaskan bahwa pengawasan kawasan Selat Hormuz melibatkan sejumlah unsur militer Iran.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) disebut berjaga di bagian barat selat. Sementara itu, Angkatan Darat Iran beroperasi di bagian timur hingga wilayah utara yang mengarah ke Laut Oman.
Penempatan personel tersebut, menurut Sayyari, menjadi bagian dari pengawasan terhadap aktivitas pelayaran di salah satu jalur energi paling penting di dunia.
Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan menjadi jalur strategis bagi pengiriman minyak serta produk energi dari negara-negara Teluk ke pasar internasional.
Gangguan di kawasan ini berpotensi memengaruhi kelancaran distribusi energi dan meningkatkan ketidakpastian di pasar minyak global.
Iran Kaitkan Penutupan dengan Harga BBM
Sayyari juga menyinggung dampak pembatasan pelayaran terhadap distribusi minyak dan harga bahan bakar minyak (BBM), termasuk di Amerika Serikat.
Menurutnya, apabila jalur pelayaran kembali dibuka secara bebas, distribusi minyak dapat berlangsung normal dan tekanan terhadap harga BBM bisa berkurang.
Ia menyatakan bahwa pembatasan tetap diberlakukan karena Iran mempertahankan aturan pelayaran yang diterapkannya di kawasan tersebut.
Namun, pernyataan mengenai hubungan langsung antara penutupan Selat Hormuz dan kenaikan harga BBM AS tersebut merupakan pandangan pejabat Iran. Besarnya dampak terhadap harga energi juga bergantung pada kondisi pasokan, permintaan, dan dinamika pasar internasional.
Selat Hormuz Terganggu Sejak Maret 2026
Selat Hormuz terletak di antara Iran dan Oman. Jalur ini memiliki peran penting dalam perdagangan energi dunia karena menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak melalui laut.



