HOLOPIS.COM, JAKARTA — Ketua Umum Komite Generasi Muda Timur Indonesia (KOGAMTI), Afandi Somar, menilai dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian pembangunan nasional.
Mulai dari ketahanan pangan, program Makan Bergizi Gratis, hingga pendidikan dan layanan kesehatan, berbagai agenda telah digulirkan, namun keberhasilannya harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Afandi menyebut penguatan ketahanan pangan menjadi salah satu sektor penting. Peningkatan produksi beras nasional dinilai krusial untuk menjaga ketersediaan pangan dan mengurangi kerentanan terhadap gejolak dunia.
“Dua tahun pemerintahan Pak Prabowo ini yang sangat menonjol adalah ketahanan pangan. Mengapa ini layak dibanggakan, karena ketahanan pangan berkaitan langsung dengan kedaulatan negara, pendapatan petani, dan kemampuan Indonesia menghadapi gangguan pasokan global,” kata Afandi Somar dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).
Namun, ketahanan pangan bukan sekadar soal produksi, melainkan juga menyangkut stabilitas harga, distribusi bahan pokok, dan daya beli masyarakat.
“Tentu produksi yang meningkat harus diikuti harga pangan yang terjangkau dan kesejahteraan petani yang membaik,” ujarnya.
Selain itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi andalan pemerintah juga mendapat sorotan. Meski berpotensi berdampak jangka panjang pada pemenuhan gizi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi produsen pangan lokal, keberhasilannya tidak boleh hanya diukur dari jumlah penerima manfaat.
“Kualitas makanan, keamanan pangan, ketepatan sasaran, transparansi anggaran, dan pengawasan pelaksanaan harus menjadi bagian penting dalam evaluasi program,” tutur Afandi.
Di sektor pendidikan, perluasan akses bagi anak-anak kurang mampu dinilai sebagai investasi strategis memutus rantai kemiskinan.
“Data pemerintah menyebut 265 Sekolah Rakyat telah hadir, sekitar 43 ribu anak sebelumnya berada di jalanan kembali bisa bersekolah, serta 30 ribu sekolah telah direnovasi,” ujarnya.
Dengan demikian, KOGAMTI memandang bahwa Presiden Prabowo Subianto dalam pemerintahannya memang sangat fokus dengan peningkatan akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak kurang mampu.
“Karena pendidikan menjadi jalan keluar dari kemiskinan antar-generasi. Saya pikir Pak Prabowo memang sangat concern kepada anak-anak yang selama ini sulit mengakses pendidikan, dan Pak Prabowo sadar betul pendidikan adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa dan negara ini,” ucapnya.
Pun demikian, Afandi mengingatkan agar pembangunan fasilitas sekolah harus dibarengi juga dengan peningkatan kualitas pendidik dan pemerataan sarana belajar.
“Tingkat keberhasilan harus diukur dari kualitas pembelajaran, keberlanjutan sekolah, dan hasil belajar siswa, bukan hanya jumlah bangunan,” tukasnya.
Sementara di bidang kesehatan, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dinilai sangat positif, tetapi manfaatnya akan maksimal jika diikuti akses pengobatan yang memadai.
“Pemeriksaan harus diikuti tindak lanjut medis, akses obat, dan layanan kesehatan yang memadai agar manfaatnya tidak berhenti pada pemeriksaan awal saja,” ujar Afandi.
Afandi juga menekankan pentingnya mendorong kemandirian nasional melalui penguatan industri hilir, peningkatan investasi produktif, dan penciptaan lapangan kerja berkualitas. Pembangunan tidak cukup berhenti pada angka pertumbuhan ekonomi, tetapi harus menciptakan nilai tambah di dalam negeri.




