“Negara harus hadir memberikan rasa aman. Penegakan hukum harus tegas, tetapi tetap berdasarkan bukti, prosedur dan hukum yang berlaku,” tuturnya.
Jangan Biarkan Kekerasan Menjadi Normal
Lebih lanjut, Habib Syakur mengingatkan agar rentetan penembakan terhadap warga sipil tidak dianggap sebagai kejadian biasa dalam dinamika keamanan Papua.
Ia menilai negara perlu memastikan setiap kasus ditangani secara tuntas agar masyarakat mendapatkan kepastian bahwa pelaku kekerasan terhadap warga sipil akan diproses berdasarkan hukum.
“Jangan sampai kekerasan terhadap warga sipil menjadi sesuatu yang dianggap biasa di Papua. Negara harus memastikan masyarakat sipil terlindungi dan setiap pelaku kekerasan diproses secara hukum,” katanya.
Ia juga meminta pemerintah membuka ruang komunikasi dengan masyarakat lokal agar kebijakan keamanan tidak hanya berorientasi pada operasi penindakan, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial masyarakat di wilayah konflik.
Dengan kembali terjadinya penembakan di jalur Trans Wamena-Nduga setelah sebelumnya tiga ASN tewas di Jayawijaya, Habib Syakur menilai evaluasi keamanan di wilayah Trans-Papua perlu dilakukan secara menyeluruh.
“Yang paling penting adalah keselamatan rakyat. Negara tidak boleh kalah dalam memberikan perlindungan kepada warga sipil,” pungkasnya.




