Stanislaus Riyanta: Pencegahan Pendanaan Terorisme Tak Bisa Hanya Andalkan Follow the Money

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Dosen Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) Universitas Indonesia, Dr. Stanislaus Riyanta, menilai pendekatan follow the money tidak lagi cukup untuk membaca ancaman pendanaan terorisme di tengah perkembangan sistem keuangan dan teknologi digital.

Menurut Stanis, perkembangan sistem pembayaran, transaksi digital, aset virtual, serta berbagai instrumen teknologi membuat aliran dana dapat berpindah melalui kanal yang semakin kompleks.

Hal itu disampaikan Stanis saat membedah Buku III Masa Depan Pendanaan Terorisme dalam kegiatan Bedah Buku Trilogi Pendanaan Terorisme di Jakarta, 7 Oktober 2026.

Stanis mengakui prinsip follow the money tetap memiliki nilai penting dalam proses investigasi. Namun, pendekatan tersebut dinilai perlu dilengkapi dengan metode lain untuk mengantisipasi perubahan ancaman.

“Kita perlu mulai melampaui sekadar follow the money. Sistem keuangan berkembang sangat cepat. Kalau kita hanya menunggu uang bergerak lalu mengikuti jejaknya, kita akan terus berada satu langkah di belakang. Yang perlu dibangun adalah kemampuan membaca ekosistem, kerentanan teknologi, perilaku aktor, dan tanda-tanda yang muncul bahkan sebelum transaksi pendanaan terjadi,” ujar Stanislaus Riyanta.

Menurutnya, masa depan pencegahan pendanaan terorisme membutuhkan pendekatan yang lebih prediktif dan multidisipliner.

Analisis transaksi tetap diperlukan, tetapi perlu dilengkapi dengan pemetaan jejaring sosial, perkembangan teknologi, ruang virtual, kerentanan sosial-ekonomi, serta perubahan perilaku kelompok dan individu.

Stanis menilai perubahan tersebut penting diantisipasi karena teknologi telah membuat mekanisme pemindahan dan penghimpunan dana semakin beragam.

Karena itu, kemampuan membaca indikasi sebelum transaksi pendanaan terjadi menjadi salah satu kebutuhan dalam menghadapi perkembangan ancaman pendanaan terorisme di masa mendatang.

Pembahasan Riyanta merupakan bagian dari forum Bedah Buku Trilogi Pendanaan Terorisme yang mempertemukan akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan untuk membahas evolusi pendanaan terorisme serta tantangan pencegahannya di Indonesia.

Hadir dalam bedah buku tersebut, di antaranya adalah ; salah satu penulis buku I Made Wisnu Wardhana; Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan PPATK Fithriadi Muslim; Ketua Program Studi Kajian Terorisme SPPB UI Zora Arfina Sukabdi; serta Kepala BNPT Komjen Pol (purn) Eddy Hartono.

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU