HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono, menilai perkembangan teknologi dan perubahan pola aktivitas kelompok terorisme membuat modus pendanaan terorisme terus berubah.
Karena itu, menurut Eddy, strategi pencegahan pendanaan terorisme juga harus terus beradaptasi dengan perkembangan tersebut.
Hal itu disampaikan Eddy saat menjadi keynote speaker dalam kegiatan Bedah Buku Trilogi Pendanaan Terorisme yang diselenggarakan Program Studi Kajian Terorisme, SPPB Universitas Indonesia, di Jakarta, 7 Oktober 2026.
Eddy mengatakan pendanaan merupakan salah satu unsur penting yang menjadi penopang seluruh aktivitas terorisme, termasuk yang ada di Indonesia.
“Pendanaan merupakan salah satu unsur penting yang menopang aktivitas terorisme,” ujar Eddy Hartono.
Menurut Eddy, pencegahan tidak dapat dilakukan hanya oleh satu institusi. Diperlukan sinergi antara penegak hukum, lembaga keuangan, regulator, akademisi, dan masyarakat.
Kolaborasi tersebut diperlukan untuk mengenali sekaligus menutup berbagai celah yang dapat dimanfaatkan untuk menghimpun maupun memindahkan dana yang berkaitan dengan aktivitas terorisme.
“Karena modus dan teknologinya terus berkembang, strategi pencegahannya juga harus adaptif dan melibatkan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.
Pandangan Eddy tersebut disampaikan dalam forum yang membahas tiga buku mengenai perkembangan pendanaan terorisme di Indonesia.
Trilogi tersebut membahas evolusi pola pendanaan, faktor yang menjadi fondasi berlangsungnya aktivitas pendanaan, serta kemungkinan perubahan ancaman pendanaan terorisme pada masa mendatang.
Forum tersebut mempertemukan perspektif akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan untuk membahas tantangan pendanaan terorisme yang semakin kompleks.
Hadir dalam bedah buku tersebut, di antaranya adalah ; salah satu penulis buku I Made Wisnu Wardhana; Deputi Bidang Pelaporan dan Pengawasan Kepatuhan PPATK Fithriadi Muslim; dosen SPPB UI Stanislaus Riyanta; serta Ketua Program Studi Kajian Terorisme SPPB UI Zora Arfina Sukabdi.



